Cikarang, Jawa Barat (ANTARA News) - Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Luis Milla menuding wasit yang memimpin laga skuatnya kontra Uni Emirat Arab (UEA) di 16 besar Asian Games 2018 yaitu Shaun Evans, Jumat, tidak berkompeten menjalankan tugasnya.

"Wasit tidak memiliki level untuk memimpin pertandingan hari ini. Saya rasa dia tidak pantas melanjutkan tugasnya di Asian Games ini," ujar Luis Milla usai laga melawan UEA di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat.

Pelatih asal Spanyol itu melanjutkan, dirinya terbawa emosi dan mengungkapkan kemarahan karena Shaun Evans tersebut "merampok" usaha keras anak-anak asuhnya di laga yang berakhir dengan skor total 5-6 (2-2 di waktu normal) untuk kemenangan UEA.

Wasit berkebangsaan Australia itu, kata Milla, membuat keputusan yang salah terutama atas penalti kedua UEA dan pelanggaran UEA di menit ke-103 babak tambahan kepada Ilham Udin yang hanya diganjar kartu kuning.

"Seharusnya penalti kedua itu tidak diberikan. Lalu di babak pertama tambahan, wasit semestinya memberikan kartu merah kepada pemain UEA yang melanggar Ilham Udin," tutur dia.

Adapun penalti kedua bagi UEA terjadi di menit ke-65. Tendangan 12 pas diberikan wasit Shaun setelah dia menganggap Zayed Alameri dijatuhkan oleh Hansamu Yama di kotak terlarang.

"Saya setuju dengan apa yang disampaikan pelatih Luis Milla. Itu tidak seharusnya penalti karena posisi pemain terhadap bola 50:50," kata penjaga gawang timnas U-23 Indonesia Andritany Ardhiyasa.

Shaun Evans sendiri sempat menjadi pengadil di Liga 1 Indonesia musim 2017. Ketika itu, dia pun tak lepas dari kontroversi. Saat memimpin laga Persija versus Persib, Shaun tidak mengesahkan gol penyerang Persib Ezechiel N'Douassel walau dalam tayangan ulang bola sudah masuk ke dalam gawang sebelum memantul keluar.

Meski demikian, Luis Milla tidak ingin skuatnya larut dalam kekecewaan mendalam sebab, suka tidak suka, pertandingan sudah selesai dan keputusan wasit tidak bisa diubah.

Pria yang semasa aktif sebagai pemain pernah merumput untuk klub Barcelona dan Spanyol itu pun meminta Indonesia terus menatap ke depan dengan optimistis.

"Saya merasa puas dengan tim ini. Mereka tidak berhak mendapatkan hasil yang mengecewakan seperti ini. Namun, masih ada harapan karena Indonesia memiliki banyak pemain berbakat di semua kelompok umur. Dan, selama 1,5 tahun ini, secara kualitas kami sudah mendekatkan diri dengan pesaing-pesaing lain yang selama ini tampak cukup jauh," ujar Milla.

Tim nasional U-23 Indonesia gagal melaju ke perempatfinal sepak bola putra Asian Games 2018 setelah di laga 16 besar, Jumat, dikalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor total 5-6 (2-2 waktu normal).

Gol-gol UEA dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat itu ditorehkan oleh Zayed Alameri melalui sepasang tendangan penalti di menit ke-20 dan 65.

Sementara gol Indonesia dilesakkan oleh Alberto Goncalves di menit ke-52, Stefano Lilipaly di menit ke-90+4.

Adapun adu tendangan penalti berakhir dengan hasil 3-4 untuk keunggulan UEA. Dari lima penendang Indonesia, yang mencetak gol adalah Stefano Lilipaly, Alberto Goncalves, Muhammad Hargianto.

Di kubu UEA, ada empat penendang menyumbang gol yakni Ahmad Alhashmi, Zayed Alameri, Khaled Aldhanhani dan Husain Abdulla.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018