Moskwa (ANTARA News) - Pabrik pesawat Rusia Sukhoi mengumumkan kesepakatan memasok enam jet tempur baru senilai 300 juta dolar Amerika Serikat (sekitar 2,7 triliun rupiah) kepada Indonesia, kata kantor berita negara RIA, kemarin. Indonesia, sejak lama merupakan negara pembeli besar senjata, akan menandatangani naskah persepahaman untuk membeli tiga pesawat Su-30 dan tiga Su-27, sebagai tambahan dari empat jet tempur Rusia, yang sudah dikirim. Pengumuman itu merupakan yang pertama dibuat di pameran kedirgantaraan dwi tahunan Rusia MAKS di luar Moskwa, yang dijadikan Kremlin ruang pamer bukti lebih jauh kebangkitan negara itu sebagai kekuatan industri dan militer. Pameran tahun ini merupakan yang terbesar, dengan sekitar 800 peserta dan hadirin tingkat tinggi dari pembuat pesawat Barat, seperti, Boeing dan Airbus. "Kami akan terus memperluas pameran itu sebagai landasan penandatanganan kontrak bagi pengembangan kerjasama antarbangsa dalam penerbangan antariksa," kata Presiden Vladimir Putin pada pembukaan pameran kedirgantaraan tersebut. Putin juga menyatakan Rusia menjaga kedudukan terdepannya sebagai pembuat pesawat tempur. Negara lain Asia, termasuk India dan Malaysia, sudah menjadi pelanggan Sukhoi, sementara tentara Thai menyatakan mengaji Su-30 sebagai pengganti armada tuanya. Rusia dan Cina akan meningkatkan kerjasama ketentaraan dalam perang melawan terorisme, kata Putin pekan lalu ketika menghadiri pelatihan tentara besar-besaran anti-teror oleh enam negara kawasan. Putin menyampaikan pernyataan itu ketika meninjau pelatihan Tugas Perdamaian 2007, yang dilakukan Perhimpunan Kerjasama Shanghai (SCO), yang beranggotakan enam negara, di Chebarkul di kawasan pegunungan Ural selatan, kata kantor berita Interfax dikutip Reuters.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007