"Kemah Budaya Nasional" wadah mengenal budaya Indonesia

"Kemah Budaya Nasional" wadah mengenal budaya Indonesia

Pramuka penggalang mengikuti Kemah Budaya Nasional IX di Bumi Perkemahan Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (17/9). (Antara/Aubrey Fanani)

Kita punya budaya yang beragam, ada bahasa, adat istiadat dan lainnya
Parigi Moutong (ANTARA News) - Kemah Budaya Nasional yang diikuti pramuka penggalang dari seluruh Indonesia menjadi wadah untuk saling khazannah budaya Indonesia,  kata Wakil Ketua bidang Pembinaan Anggota  Muda Kwartir Nasional Pramuka Budi Prayitno.

"Kegiatan ini merupakan wadah untuk mengetahui menengenal memahami budaya sendiri dan budaya lain melalui media ini bisa meningkatkan rasa persaudaraan antara kita," katanya saat pembukaan Kemah Budaya Nasional IX di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin.

Dia mengatakan peserta dari seluruh provinsi tersebut akan membawa budayanya masing-masing dan mereka dapat saling berbagi pengetahuan.

"Kita punya budaya yang beragam, ada bahasa, makanan permainan, adat istiadat dan unsur budaya lainnya, lewat acara ini kakak berharap bisa mengenal dan mendukung kelestarian budaya Indonesia," kata dia.

Direktur Sejarah Kemendikbud Triana Wulandari dalam laporannya menyebutkan tema kemah budaya kali ini adalah "Pelangi Budaya di Bumi Perkemahan Kayu Bura".

Kemah budaya dimulai sejak 16-22 September dan diikuti tiga ribu peserta dari 34 Provinsi.

Dia mengatakan melalui kegiatan menarik, menantang, dan menyenangkan di alam terbuka dapat membentuk karakter diri pribadi para pramuka.

"Mereka disiapkan menjadi manusia berjiwa Panncasila yang mampu hidup bersama dan rukun, serta jadi warga negara yang mandiri, dan ikut serta dalam pelestarian budaya bangsa," kata dia.

Menurut dia Parigi Moutong adalah miniatur Indonesia karena banyak suku dan adat budaya ada di sana, dan semua masyarakatnya hidup rukun damai.

Sementara itu Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu menyampaikan terima kasih kemah budaya kali ini dapat dilaksanakan di Parigi Moutong.
 

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar