Kediri anggarkan Rp4 miliar untuk kembangkan hutan kota

Kediri anggarkan Rp4 miliar untuk kembangkan hutan kota

Kediri juga memiliki Wana Wisata Ubalan, yang meliputi hutan lindung alami seluas 12 hektare dan sebuah sumber mata air yang dibangun Belanda tahun 1891. (FOTO ANTARA/Arief Priyono)

Kediri, Jawa Timur (ANTARA News) - Pemerintah Kota Kediri mengalokasikan anggaran dana sekitar Rp4 miliar untuk melanjutkan pembangunan hutan kota Joyoboyo yang selanjutnya diharapkan bisa menjadi bagian paru-paru kota sekaligus tempat edukasi lingkungan.

"Untuk pembangunan tahap kedua ini, sementara lokasi hutan ditutup. Ada sekitar Rp3,25 miliar dari APBD serta Rp750 juta dari DAK untuk pencahayaan (lampu)," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri Apip Permana di Kediri, Kamis.

Pembangunan tahap kedua hutan kota, ia menjelaskan, dimulai sejak 21 Agustus dan ditargetkan selesai 23 Desember 2018. Pembangunan tahap kedua meliputi pengerjaan area bermain di bagian utara, serta teras pohon, balok titian, pergola, lorong. Selain itu ada rencana untuk membuat 10 patung ilustrasi Panji Asmorobangun.

"Nanti ada tempat untuk sarana menimba ilmu," katanya.

"Kami ingin jadikan hutan kota ini sebagai paru-paru kota sekaligus tempat pelestarian hutan," ia menambahkan.

Setelah pembangunan tahap pertama hutan kota selesai, animo warga mengunjungi tempat itu tinggi. Kawasan itu menjadi lokasi kegiatan warga dan pemerintah.

Demi menjaga kebersihan, pemerintah kota tidak mengizinkan para pedagang masuk ke lokasi hutan kota.

Warga yang hendak ke hutan kota itu juga tidak dibebani dengan tiket masuk. Pemerintah hanya ingin warga ikut merawat hutan kota, dengan menyimpan sampah di tempatnya.

Pembangunan Hutan Joyoboyo, yang luasnya sekitar 2,6 hektare, sudah dimulai sejak 2017. Anggarannya pada tahap pertama sebanyak Rp6,6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Kediri.

Baca juga: Risma perbanyak hutan kota Surabaya
Baca juga: Lahan bekas terminal bus di Sukabumi akan dijadikan hutan kota

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar