counter

Beberapa tokoh GNPF Ulama masuk timses Prabowo-Sandiaga

Beberapa tokoh GNPF Ulama masuk timses Prabowo-Sandiaga

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Martak (tengah) bersama bakal calon presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (kiri) menunjukkan naskah pakta intregitas yang telah ditandatangani dalam acara Ijtima Ulama II dan Tokoh Nasional di Jakarta, Minggu (16/9). Ijtima Ulama II yang digelar GNPF-U menyepakati dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Nando/pras.

Jakarta (ANTARA News) - Beberapa ulama dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama masuk tim kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga. 

Namun Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur, Djoko Santoso mengatakan, hal itu bukan bagian dari kesepakatan atau "deal" politik.

Dia mengatakan masuk beberapa ulama tersebut merupakan spontanitas perseorangan untuk ikut berjuang memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Itu semua spontanitas bahwa mereka punya semangat untuk masuk dalam tim pemenangan," kata Djoko, di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, masuknya beberapa orang dari GNPF ke dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga bukan secara institusi namun perorangan.

Sebelumnya, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan beberapa tokoh dari GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Mereka antara lain Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak, Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama II Abdul Rosyid Abdullah Syafi`i dan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath.
 
Baca juga: Prabowo hadiri Ijtima Ulama II
Baca juga: TKN: Ijtima II GNPF tak pengaruhi dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Moeldoko: pemilu usai, tinggalkan buzzer politik

Komentar