counter

KH Ma'ruf Amin: Masyarakat Indonesia utamakan persatuan

KH Ma'ruf Amin: Masyarakat Indonesia utamakan persatuan

Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin usai menghadiri Dekrlarasi Arus Baru Muslimah di Jakarta, Minggu (23/9/2018). Foto ANTARA News (ANTARA:fOTO: Agus Salim)

Jakarta (ANTARA News) - Calon Wakil presiden (cawapres) KH Ma'ruf Amin meminta masyarakat Indonesia mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya selama masa kampanye menghadapi pemilu presiden 2019.

"Masyarakat Indonesia, khususnya kader ARBI (Arus Baru Indonesia), diharapkan berkontribusi dalam membangun karakter bangsa yang berkepribadian, agamis, gotong-royong, toleran, santun dan berkemajuan," kata KH Ma'ruf Amin, pada tasyakuran Rumah ARBI, di Menteng, Jakarta, Senin petang.

Menurut Ma'ruf Amin, bangsa Indonesia harus bersyukur bahwa kerja keras yang sungguh-sungguh dari Pemerintah berhasil melakukan percepatan pembangunan infrastruktur serta pembangunan pada sektor lainnya. Ma'ruf mencontohkan, pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo berhasil mengurangi tingkat kemiskinan penduduk sampai satu digit, yakni 9,82 persen.

Ma'ruf juga mengungatkan, program kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yakni membangun Indonesia dalam berbagai sektor belum selesai. Apalagi, kata dia, tantangan global yang membuat perekonomian nasional semakin berat. "Hal ini hendaknya menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk menguatkan persatuan bangsa, guna mengatasi tantangan global," katanya.

Menurut dia, pendiri bangsa Indonesia mewariskan pondasi ideologi bangsa yang kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, yakni Pancasila. "Pancasila yang memiliki lima sila, jika diperas menjadi intinya adalah, gotong-royong. Gotong-royong itu adalah persatuan bangsa," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin juga mengajak seluruh barisan pondok pesantren dan ulama turut memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf pada pemilu presiden 2019, sehingga program kerja Presiden Joko Widodo yang sudah berjalan, dapat dilanjutkan.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar