BPS nilai pembangunan kalteng semakin inklusif

BPS nilai pembangunan kalteng semakin inklusif

(dari kiri) Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono, Dosen Pascasarjana Universitas Palangka Raya Hendrik Segah, Kepala BPS Kalteng Hanif Yahya, foto bersama usai seminar Hari Statistik Nasional di Aula IAIN Palangka Raya, Selasa (25/9/18). (Foto BPS Kalteng)

Palangka Raya 25/9 (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik mencatat pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah semakin inklusif yang dilihat dari tiga pilar, yakni pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, serta perluasan akses dan kesempatan.

Provinsi ini juga memiliki peluang dari sumber daya alam (SDA) yang berlimpah dan potensi pariwisata besar serta bonus demografi, kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono, saat menjadi narasumber di Seminar Hari Statistik Nasional yang diselenggarakan BPS Kalteng di aula IAIN Palangka Raya, Senin.

"Produk domestik regional bruto (PDRB) Kalteng untuk tahun 2017 dari sektor pertanian mencapai Rp26,121 triliun, pertambangan Rp14,432 triliun, industri Rp21,038 triliun, kontruksiRp12,344 triliun, perdagangan Rp15,418 triliun, dan lainnya Rp27,735 triliun," beber dia.

Sedangkan peluang dari bonus demografi, angka beban ketergantungan kurang dari 50. Provinsi Kalteng pun saat ini sedang menikmatinya dan akan bertahan lama atau diperkirakan akan berakhir sekitar tahun 2041.

Margo mengatakan, transformasi keunggulan daerah harus dioptimalkan agar dapat memetik manfaat dari bonus demografi tersebut, di mana pada tahun 2018 keunggulan komparatif yang dapat meningkatkan daya saing berbagai faktor input.

"Meningkatkan daya saing berbasis SDA yang terdiri dari pertanian, kelautan dan perikanan, serta pertambangan. Kemudian berbasis pariwisata, yang terdiri dari wisata alam, Seni dan Budaya, serta kuliner," ucapnya.

Pemprov Kalteng juga harus memiliki target keunggulan kompetitif yang harus tercapai pada tahun 2025, sehingga tercipta daya saing berbasis efisiensi. Di mana tahun 2025 harus tercipta sumber daya manusia terampil dan terdidik. Tersedia infrastruktur dasar meliputi jalan, air bersih, listrik, telekomunikasi dan informasi. Infrastruktur ekonomi terdiri dari pasar, bank, pusat perdagangan. Dan jaringan transportasi darat, laut dan udara.

Tahun 2035 target Pemerintah di Kalteng ini tercipta daya saing berbasis inovasi. Hasil yang dicapai harus tercipta ekonomi kreatif, pusat inovasi, riset dan pengembangan daerah, tenaga profesional, dan terjalin kerjasama Pemda dengan Universitas dan swasta.

"Itu langkah-langkah yang perlu diupayakan pemerintah di Kalteng ini agar memetik manfaat dari bonus demografi," demikian Margo.
***4***

Pewarta: Jaya Wirawana Manurung
Editor: Jaka Sugiyanta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Polda Kalteng bangun gedung baru RS Bhayangkara untuk tingkatkan Yankes

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar