Mendagri jelaskan percepatan pelantikan Gubernur Sumsel-Kaltim

Mendagri jelaskan percepatan pelantikan Gubernur Sumsel-Kaltim

Presiden Joko Widodo melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan periode 2018-2023 Herman Deru-Mawardi Yahya serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023 Isran Noor-Hadi Mulyadi di Istana Negara pada Senin (01/10/2018). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Pelantikan gubernur Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan yang seharusnya berakhir masa jabatannya ...
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan percepatan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan serta Kalimantan Timur periode 2018-2023, Senin, di Istana Negara.

"Pelantikan gubernur Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan yang seharusnya berakhir masa jabatannya bulan November dan Desember karena pertimbangan gubernur Sumsel dan wakilnya, serta  gubernur Kaltim maju sebagai caleg DPR RI, sehingga per 20 September (2018) harus mundur," kata Tjahjo di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Pada hari ini, Presiden Joko Widodo melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan periode 2018-2023 Herman Deru-Mawardi Yahya serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023 Isran Noor-Hadi Mulyadi di Istana Negara.

Masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan 2013-2018 Alex Noerdin-Ishak Mekki seharusnya baru berakhir pada 7 November 2018 sedangkan Gubernur Kalimantan Timur 2013-2018 Awang Faroek Ishak seharusnya berakhir pada 17 Desember 2018.

"Maka, tidak perlu menunggu sampai bulan November dan Desember supaya bisa dilantik sehingga bisa dilantik bulan ini," tambah Tjahjo.

Pelantikan kepala daerah selanjutnya akan dilakukan pada pada 2019.

"Kemudian Maluku, Maluku Utara, Jawa Timur, dan Lampung, hasil (pilkada) serentak akan dilaksanakan tahun depan karena tidak bisa mengurangi atau menambah satu hari pun masa jabatan gubernur sebagaimana UU. Untuk Jawa Timur Februari (2019), paling lama Lampung bulan Juni (2019) setelah pilpres (pemilihan presiden)," ungkap Tjahjo.

Menurut Tjahjo, kedua gubernur tersebut pun sudah punya pengalaman memimpin daerah karena sudah menjadi bupati sebelumnya di daerah masing-masing.

"Sama seperti anggota DPR/DPRD kalau PAW (Pergantian Antar Waktu), dia mundur masa jabatannya, dan dua-duanya (pernah) 10 tahun menjadi bupati baik di Sumsel maupun Kaltim. Setelah ini sertijab singkat, di Kemendagri pukul 14.00 WIB karena kita sedang berduka di Palu, makanya singkat saja. Setelah itu, saya mengajak 2 gubernur dan 2 wakil gubernur untuk diskusi pencegahan korupsi di kantor KPK pukul 15.30," jelas Tjahjo.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan periode 2018-2023 Herman Deru-Mawardi Yahya total mendapatkan 1.394.438 suara pada pilkada 2018. Keduanya diusung Partai NasDem, PAN dan Hanura. 

Pasangan itu dilantik setelah ada putusan dari Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan yang diajukan oleh pasangan Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas.

Herman Deru sebelumnya adalah Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang menjabat selama 2 periode yakni 2005-2010, 2010-2015. Ia mengalahkan Dodi Reza Alex Noerdin, putra Gubernur Sumsel Alex Noerdin dua periode 2008-2013, 2013-2018.

Sedangkan  Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023 adalah Isran Noor-Hadi Mulyadi. 

Keduanya diusung Gerindra, PKS dan PAN dan mendapatkan perolehan suara terbanyak 417.711 suara (31,33 persen) sehingga mengalahkan tiga pasangan calon lain. Isran Noor adalah Bupati Kutai Timur 2009-2015.

Baca juga: Mendagri harap gubernur baru konsolidasikan program pusat-daerah
Baca juga: Koordinator APPSI Kalimantan dijabat Gubernur Kalteng


 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar