Mendikbud segera dirikan sekolah darurat gempa di Sulteng

Mendikbud segera dirikan sekolah darurat gempa di Sulteng

Sejumlah siswa belajar di tenda sekolah darurat di SDN 1 Guntur Macan Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (28/9/2018). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww).

Makassar  (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy segera mengunjungi sekolah-sekolah terdampak gempa di Sulawesi Tengah dan akan mendirikan kelas-kelas darurat berupa tenda-tenda standar UNICEF untuk masa awal pemulihan.

Tenda-tenda seperti ini juga sudah didirikan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan satu tenda bisa digunakan untuk enam kelas, ujar Menteri di Makassar, Jumat.

Tenda seharga Rp30 juta ini, lanjutnya, bisa bertahan digunakan selama satu tahun. Setelahnya akan dibangun sekolah darurat yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Tapi kan Kementerian PUPR pekerjaannya juga banyak. Untuk jaga-jaga, sekolah darurat kita juga bisa dipakai," ujar Muhadjir.

Dalam dua tahun, baru akan dibangun sekolah-sekolah permanen baru. Pembangunannya nanti akan mengikuti sistem zonasi, lanjutnya.

Saat ditanya anggaran yang disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk membantu memulihkan pendidikan di Sulteng pascabencana ini, Muhadjir mengatakan belum mengetahuinya. Ini karena sudah tidak ada anggaran khusus yang bisa dialokasikan.

"Kita tidak mengira akan ada gempa lagi, jadi saya belum bisa pastikan berapa anggarannya. Tidak ada anggaran khusus, nanti kita coba sisir anggaran di Kementerian," lanjutnya.

Ia juga mengatakan dirinya ingin melihat langsung secara utuh persoalan yang dihadapi pascabencana di Sulawesi Tengah, untuk memberikan solusi tepat.

"Turun ke lapangan perlu, untuk melihat secara utuh persoalan yang dihadapi, terutama di sektor pendidikan seperti apa. Supaya tahu perlakuan yang harus dilakukan itu apa," kata Muhadjir.

Selain hendak meninjau kondisi murid-murid, sekolah-sekolah dan fasilitas pendidikan terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulteng, Mendikbud mengatakan pihaknya juga membawa beberapa bantuan yang biasanya memang dibutuhkan pascabencana.

Mendikbud dijadwalkan akan bertolak ke Palu, Sabtu (6/10), dengan pesawat TNI AU melalui Makassar. Rencananya menteri akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota bersama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).

Selanjutnya, Mendikbud akan meninjau sekolah yang terdampak gempa di Kota Palu dan sekitarnya. Dan ditutup dengan koordinasi penanganan yang akan dilakukan sebelum meninggalkan Sulteng.

Baca juga: Mendikbud pertimbangkan pemindahan sekolah di sesar palu-koro
Baca juga: Kemendikbud lakukan identifikasi sekolah rusak pasca-gempa Palu

 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar