counter

Tari Babukung memukau peserta sail to Indonesia

Tari Babukung memukau peserta sail to Indonesia

Wisatawan mancanegara peserta Wonderful Sail To Indonesia Rally 2018 saat disambut Bupati Kobar Hj Nurhidayah serta dari Kementerian Perhubungan Laut, di dermaga TNTP, Senin (8/10/18). (Foto Antara Kalteng/Koko Sulistyo)

Nanga Bulik, 8/10 (ANTARA News) - Puluhan peserta wonderful sail to Indonesia Rally 2018 dari berbagai negara, terpukau melihat tari Babukung atau topeng yang ditampilkan di rumah Adat Betang Pasir Panjang, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin.

Selain gerakan menarinya sangat menarik untuk dilihat, musik yang mengiringi tariannya juga sangat khas di telinga, kata salah seorang peserta Wonderful Sail to Indonesia Rally 2018, Frangky Evra asal New Zealand, usai menyaksikan Tari Babukung.

"Saya baru pertama kali melihat tarian tradisional adat Dayak. Saya sangat suka tarian Babukung itu. Ada nuansa magis dari tarian itu. Sayangnya tarian Babukung hanya sebentar dibawakan," kata Frangky.

Tarian Babukung atau topeng merupakan ritual Adat Suku Dayak Tomun ketika menguburkan kerabatnya yang telah meninggal dunia. Dayak Tomun banyak di Kabupaten Lamandau, Kalteng. Pemerintah Kabupaten Lamandau pun menjadikan ritual Babukung tersebut salah satu seni budaya yang menjadi ciri khas daerah setempat.

Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lamandau Helmin mengatakan, tampilnya tarian Babukung di Wonderful Sail To Indonesia Rally 2018 di Kabupaten Kobar, bentuk apresiasi Pem setempat terhadap tarian Babukung yang merupakan identitas masyarakat adat Dayak Tomun.

"Kami berterimakasih Tari Babukung bisa tampil. Dan kami berharap pada tahun 2019 Sail To Kumai yang akan digelar Pemkab Kobar, tari Babukung juga bisa tampil. Ini penting karena saat Sail turis dari berbagai negara akan berkumpul, mungkin nanti juga bisa menjalin kerjasama dengan biro-biro perjalanan wisata," kata Helmin.

Ia bercerita tarian Babukung ini mempunyai filosofis yang sangat sakral bagi warga Dayak Tomun yang merupakan tarian kematian bagi umat agama Hindu Kaharingan. Pada saat ada kematian, jenazah disemayamkan lebih dari satu hari yakni antara 3 hari, 7 hari, 21 hari bahkan hingga 3 bulan, tergantung pada kasta dan kemampuan keluarga. Selama jenazah masih disemayamkan maka dilakukan Babukung tersebut.

Di adat masyarakat Dayak Tomun, baik saat terjadi peristiwa sedih maupun mendapat kegembiraan, akan saling membantu, terutama pada saat terjadi musibah kematian masyarakat Dayak Tomun punya prinsip kalau membantu tidak mau diketahui oleh banyak orang, sehingga saat memberikan sumbangan mereka melalui tarian Babukung.

"Kenapa penari Babukung identitasnya disembunyikan karena mereka ingin memberikan sesuatu tanpa perlu diketahui oleh orang lain," demikian Helmin.

Kabupaten Kobar, Kalteng, salah satu wilayah yang disinggahi Yatch yang menjadi peserta Wonderful Sail To Indonesia Rally 2018. Banyak acara dan penampilan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kabupaten Kobar menyambut para peserta selama berada di Kalteng.

Pewarta: Jaya Wirawana Manurung
Editor: Jaka Sugiyanta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mengenal Benang Bintik, batik khas Kalimantan Tengah

Komentar