Sepak Bola Nasional

Suporter Madura galang dana untuk korban gempa

Suporter Madura galang dana untuk korban gempa

Madura United FC (id.wikipedia.org)

Pamekasan  (ANTARA News) - Suporter tim sepak bola Madura United FC, Taretan Dhibi`,  Senin, menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Aksi penggalangan dana itu digelar di sekitar area Monumen Arek Lancor Pamekasan yang merupakan jantung kota di wilayah itu, serta di sejumlah titik di jalan protokol di Kota Pamekasan.

"Aksi penggalangan dana ini sebagai bentuk kepedulian kami, sebagai upaya meringankan beban para korban gempa di Palu dan Donggala," kata Ketua Komunitas Suporter Taretan Dhibi`, Agus Priyanto.

Penggalangan dana oleh Taretan Dhibi` ini tidak hanya dilakukan oleh kelompok usia muda, namun suporter senior di komunitas itu, yakni Ki Husen, terjun secara langsung bergabung dengan suporter lainnya.

Suporter senior yang menjadi ikon klub sepak bola Madura United FC bahkan terjun ke lapangan dengan menggunakan baju "pesak" yakni baju khas Madura.

Ki Husen membawa langsung kotak amal, dan mengetuk hati para pengendara kendaraan yang melintas di sekitar area Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

"Saudara-saudara kita di Palu dan Donggala sedang tertimpa musibah. Oleh karena itu, kami ingin mengetuk hati bapak dan ibu sekalian agar bisa membantu meringankan beban mereka," ujar Ki Husen.

Aksi penggalangan dana oleh suporter Madura United ini tidak hanya di Kota Pamekasan, tetapi juga dilakukan di sejumlah kecamatan.

Selain Taretan Dhibi` suporter lain yang juga melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah itu antara lain Pecot Mania di Kabupaten Sumenep, Trunojoyo Mania di Kabupaten Sampang, dan Kaconk Mania di Kabupaten Bangkalan.

Madura United FC merupakan klub sepak bola di Pulau Madura dan klub ini memiliki suporter di empat kabupaten, yakni Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Kabupaten Bangkalan.
 

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar