Pemulihan jaringan telekomunikasi terdampak gempa Sulteng sudah 80 persen

Pemulihan jaringan telekomunikasi terdampak gempa Sulteng sudah 80 persen

Menara Masjid Untuk Tower Seluler Pekerja memasang peralatan selular di tower yang juga menara salah satu masjid di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (31/3). Untuk menekan biaya lahan dan pembangunan tower, sejumlah operator selular memanfaatkan menara masjid sebagai Base Tranceiver Station (BTS). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Bali (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi di daerah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sudah mencapai lebih 80 persen.

"Jaringan telekomunikasi kalau di Sulawesi Tengah sudah 80 persen. Kalau Palu, Donggala, Sigi masih di bawah 80 persen, tergantung pada listrik," ucap Rudiantara usai jumpa pers di sela pertemuan IMF-WB di Bali hari ini.

Rudiantara menerangkan, pemulihan jaringan komunikasi bergantung dengan kondisi BTS. Jika tower-nya tidak roboh atau tidak miring maka tidak diperlukam penguatan struktur sehingga bisa pulih hanya dalam waktu 2-4 jam saja.

"Sejauh ini memang ada yang pakai bantuan genset. Tapi kalau solarnya habis ya akan mati juga. Tapi kalau bicara Sulawesi Tengah memang sudah di atas 80 persen lah," jelasnya.

Rudiantara juga menegaskan kembali bahwa Kemkominfo sudah mengeluarkan kebijakan dengan memperbolehkan operator telekomunikasi untuk saling berbagi dalam penggunaan BTS.

"Kalau misalnya operator yang satu BTS-nya ada yang mati, diperbolehkan untuk roaming. Jadi misalnya pelanggan operator A, BTS-nya mati, diperbolehkan pakai BTS operator B, pelayanan jadi bisa jalan cepat tapi ini sifatnya temporary selama 1 tahun, selama bencana sih, ya 1 tahun cukuplah," tutup Rudiantara.

Baca juga: Menkominfo: jaringan komunikasi berangsur pulih di Sulteng
Baca juga: ZTE dukung pemulihan jaringan telekomunikasi di Sulawesi Tengah

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar