Film Negeri Dongeng jadi obat kangen para WNI di India

Film Negeri Dongeng jadi obat kangen para WNI di India

Sineas sekaligus ekspeditor Aska7 di film Negeri Dongeng Teguh Rahmadi (kanan) berbincang dengan WNI di India seusai pemutaran film Negeri Dongeng dalam Pekan Film Indonesia di New Delhi, Senin (15/10/2018). (ANTARAnews/Aditya Ramadhan)

New Delhi (ANTARA News) - Film Negeri Dongeng yang diputarkan dalam Delhi International Film Festival menjadi obat kangen  Warga Negara Indonesia yang tinggal di India selama bertahun-tahun.

"Menghibur banget buat kita yang sudah tinggal lama di sini," kata Rita Suhartono seusai menonton Negeri Dongeng di NDMC Convention Center New Delhi, Senin.

Rita tinggal di India sejak 20 tahun lalu mendampingi suaminya bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia. 

Dia mengungkapkan film Negeri Dongeng sangat membantu memerlihatkan kampung halaman yang ternyata memiliki keindahan alam luar biasa. 

"Kita yang sudah tinggal lama di sini kan nggak ngerti juga Indonesia itu sudah sejauh mana cantiknya, ternyata keren tempatnya. Jadi lewat film kita tahu Indonesia ternyata ada yang seperti ini," kata dia.

Lain lagi dengan Sandra Dias yang pernah tinggal lama di Papua. Film Negeri Dongeng yang menghadirkan pemandangan tujuh gunung tertinggi di Indonesia termasuk Gunung Jaya Wijaya berhasil membangkitkan memori akan kampung halaman.

"Apalagi pas pesawat mendarat di Wamena, duh, jadi obat kangen," kata Sandra.

Ibu Duta Besar Republik Indonesia untuk India Dewi Ratna Suryodipuro berpendapat film Negeri Dongeng berhasil membuatnya untuk merefleksikan diri tentang betapa kecil manusia dan menunjukkan kebesaran Tuhan.

"Tanpa tersadar, kalau buat saya, merefleksi diri seperti kembali. Tuhan itu Maha Kuasa ya kita bukan apa-apa," jelas Dewi.

Namun keseruan menonton film Indonesia dalam Delhi Internasional Film Festival agak terganggu dengan panitia penyelenggara yang tidak mengelola acara dengan baik.

Pada saat pemutaran film Negeri Dongeng, beberapa kali petugas operator pemutar film mengutak-atik komputer sehingga menyuguhkan tampilan layar komputer pada layar besar.

Bahkan saat di tengah-tengah pemutaran film pun ada dua orang laki-laki dengan santainya berjalan di atas panggung hingga menutupi sebagian layar.

"Itulah, 'incredible India in the other way'," kata Rita sambil tertawa. 

Baca juga: Dubes paparkan daya tarik film Indonesia bagi India
Baca juga: Prisia Nasution promosi film Indonesia di India

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar