counter

BNPB kerahkan helikopter padamkan kebakaran di Merbabu

BNPB kerahkan helikopter padamkan kebakaran di Merbabu

Kepala BNPB Willem Rampangilei memberikan keterangan pers usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/10'2018). Foto ANTARA (Agus Salim)

Memang karena medannya sulit, jadi tidak bisa memadamkan dari darat, medannya sulit untuk kita membawa alat pemadam ke sana sehingga satu-satunya jalan melalui udara."
Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter pengebom air untuk memadam kebakaran di kawasan Gunung Merbabu Provinsi Jawa Tengah. 

"Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri LHK, kami sudah mengirimkan helikopter untuk water bombing," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta,  Senin. 

Ia menyebutkan pihaknya bersama pihak lain sedang berupaya memadamkan kebakaran tersebut. 

"Memang karena medannya sulit, jadi tidak bisa memadamkan dari darat, medannya sulit untuk kita membawa alat pemadam ke sana sehingga satu-satunya jalan melalui udara," katanya. 

Willem menyebutkan untuk sementara hanya satu helikopter yang dikerahkan namun pihaknya akan mengevaluasi jika dibutuhkan lebih banyak. 

Ia mengatakan tidak tahu berapa lama waktu diperlukan untuk memadamkan kebakaran itu. 

"Kita tidak tahu, yang penting helikopter dimaksimalkan untuk upaya pemadaman itu, kalau kurang kita tambah," katanya. 

Kebakaran lahan terjadi di lereng Taman Nasional Gunung Merbabu (TNG Merbabu), Minggu (14/10).

Titik api terpantau sejak pukul 16.30 WIB, dan belum berhasil padam hingga Minggu malam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto melaporkan kebakaran melanda lahan di sisi barat gunung Merbabu, di atas basecamp Thekelan-Wekas, wilayah Getasan, Kabupaten Semarang.

"Tim gabungan TNG Merbabu telah melakukan pemadaman, namun api yang besar sehingga sampai saat ini belum padam," jelas Edy, Minggu malam.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar