Dolar sedikit melemah, investor pertimbangkan data baru

Dolar sedikit melemah, investor pertimbangkan data baru

ILUSTRASI (ANTARANews.com/ferly)

Kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan antara kekuatan Barat dan Arab Saudi telah membebani pasar minggu ini
New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya sedikit melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan beberapa laporan data ekonomi terbaru.

Sementara itu, mata uang negara-negara emerging market atau negara-negara sedang berkembang cenderung menguat, karena peningkatan pasar-pasar saham utama mencerminkan kenaikan selera risiko para investor.

Produksi industri AS naik 0,3 persen pada September, Federal Reserve melaporkan pada Selasa (16/10). Angka ini mengalahkan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,1 persen.

Tetapi, untuk kuartal ketiga secara keseluruhan, produksi industri maju pada tingkat tahunan 3,3 persen, turun dari tingkat 5,3 persen pada kuartal kedua, kata laporan itu.

Sementara itu, jumlah lowongan pekerjaan mencatat rekor tertinggi baru di 7,1 juta pada hari kerja terakhir Agustus, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Selasa (16/10).

Kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan antara kekuatan Barat dan Arab Saudi telah membebani pasar minggu ini. Arab Saudi telah
berada di bawah tekanan sejak jurnalis Saudi terkemuka Jamal Khashoggi, seorang kritikus Riyadh yang tinggal di AS, menghilang pada 2 Oktober setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu raja Arab Saudi dan putra mahkota untuk mendiskusikan hilangnya Khashoggi pada Selasa (16/10), dan menteri luar negeri Turki mengatakan Pompeo akan membawa informasi tentang kasus ini ke Ankara.

Fokus ekonomi berikutnya untuk pasar adalah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve September pada Rabu waktu setempat, yang akan dievaluasi untuk indikasi baru tentang berapa banyak kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01 persen menjadi 95,0482 di akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1577 dolar AS dari 1,1583 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3191 dolar AS dari 1,3154 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia berada pada 0,7138 dolar AS, tidak berubah dari angka hari sebelumnya.

Dolar AS dibeli pada 112,18 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,89 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9899 franc Swiss dari 0,9873 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,2938 dolar Kanada dari 1,2986 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Cenderung stagnan, rupiah bertengger di kisaran Rp15.200

Baca juga: Kurs riyal Saudi anjlok karena kasus hilangnya khashoggi


 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar