Pelepasan benih ikan tandai gelar budaya 2018

Pelepasan benih ikan tandai gelar budaya 2018

Ilustrasi - Benih Ikan (FOTO ANTARA/Musyawir)

Kita mengaitkan diri dengan kesadaran terhadap ekologi yang diwakili oleh Kali Lamat sebagai titik perjumpaan pembelajaran bersama.
Magelang, Jateng,  (ANTARA News) - Pelepasan sekitar 50 kilogram bibit aneka ikan di alur Kali Lamat Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan puluhan burung menandai puncak Gelar Budaya 2018 yang diselenggarakan lintas komunitas setempat, Sabtu.

"Pelepasan satwa ini menandai upaya kami untuk terus menerus memberikan perhatian tentang pentingnya masyarakat menjaga ekologi, memberikan perhatian kepada lingkungan," kata salah satu Ketua Panitia Gelar Budaya VII/2018 Sutikno di Magelang, Sabtu.

Ia menyebut beragam bibit ikan yang dilepas oleh masyarakat lintas komunitas di daerah itu, termasuk jajaran pimpinan kecamatan setempat, seperti mujair, bang, kura-kura, dan braskap.

Puluhan ekor burung juga dilepas dari alur sungai dekat dengan pemukiman warga Desa Pepe, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang itu, antara lain kutilang, perkutut, dan sulingan kampar.

Dalam rangkaian Gelar Budaya VII selama 13-21 Oktober 2018 itu, beberapa waktu lalu masyarakat kawasan itu juga melakukan aksi "Bersih Sungai Lamat", sarasehan "Babad Sedulur Nglamat" menghadirkan sejumlah narasumber.

Selain itu, melukis dan pameran mural, lokakarya bank sampah, dolanan bocah, pameran tradisional, pameran edukasi, pameran kuliner.

Gelar Budaya dirintis oleh Museum Misi Muntilan sejak tujuh tahun lalu itu,

Pada puncak acara selama 20-21 Oktober 2018, diselenggarakan pementasan kesenian oleh beberapa grup kesenian masyarakat setempat dan beberapa sekolah di Muntilan, arak-arakan gunungan dan tumpeng dari balai desa setempat ke tanah lapang yang telah didirikan panggung pementasan dengan puluhan stan pameran.

Sutikno juga menjelaskan tentang pentingya agenda tahunan berupa Gelar Budaya tersebut yang untuk memperkuat semangat persaudaraan masyarakat dari berbagai komunitas di kawasan itu.

"Melalui Gelar Budaya ini selain mengingatkan persaudaraan masyarakat, di antara sesama manusia, juga manusia dengan keutuhan alam ciptaan dan lingkungan sekitar ini," ujar dia.

Selain itu, kata dia, membangun semangat edukasi ekologi, terutama untuk kalangan anak-anak dan generasi muda.

"Kita mengaitkan diri dengan kesadaran terhadap ekologi yang diwakili oleh Kali Lamat sebagai titik perjumpaan pembelajaran bersama," katanya.

Aliran air Kali Lamat berhulu di kaki Gunung Merapi, sekitar 20 kilometer timur Muntilan, kota kecamatan terbesar di Kabupaten Magelang.*

Baca juga: Syawalan dan gelar budaya di Yogya malam ini

Baca juga: Kota Magelang gelar kirab budaya


 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar