Mahyudin tekankan pentingnya menanam rasa nasionalisme

Mahyudin tekankan pentingnya menanam rasa nasionalisme

Wakil Ketua MPR Mahyudin menekankan pentingnya menanamkan rasa nasionalisme di tengah maraknya kasus korupsi yang membelit banyak pemimpin bangsa. (Humas MPR)

Rasa nasionalisme dan relijius yang tinggi sangat penting tertanam oleh calon- calon pemimpin bangsa ini

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR Mahyudin menekankan pentingnya menanamkan rasa nasionalisme di tengah maraknya kasus korupsi yang membelit banyak pemimpin bangsa.

“Rasa nasionalisme dan relijius yang tinggi sangat penting tertanam oleh calon- calon pemimpin bangsa ini.  Karena sekali lagi rakyat sudah muak dan bosan menyaksikan pemimpin-pemimpinnnya baik di pusat dan daerah yang selalu tersandung kasus korupsi.  Rakyat tidak bisa menemukan keteladanan dalam diri pemimpin-pemimpin yang seperti itu,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyudin saat membuka diskusi ‘Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat’ yang digelar di Ruang Presentasi Perpustakaan Sekretariat Jenderal MPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, pada Selasa.

Dalam sambutannya, Mahyudin mengatakan dirinya pernah membaca beberapa halaman buku yang menjadi bahan diskusi, buku ‘Tanjakan Seribu Janji’ - buku berisi puisi yang merepresentasikan pencapaian nilai-nilai Pancasila - karya Heryus Saputro Samanhudi.

“Kebetulan saya, mengagumi  karya-karya puisi walaupun saya bukan ahli puisi, namun saya jujur mengatakan sangat menghargai karya-karya puisi dan gemar membaca karya-karya puisi utamanya karya Khalil Gibran sejak SMA.  Kini, saya sangat mengapresiasi dan menghargai serta mendukung karya-karya seni puisi yang berasal dari Indonesia seperti karya buku tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahyudin menekankan perlunya menghargai dan mengapresiasi karya seni puisi dalam negeri yang merepresentasikan budaya dan keindahan alam Indonesia sehingga membangun rasa nasionalisme dan relijius yang tinggi, seperti buku ‘Tanjakan Seribu Janji’.

“Buku ini unsur nasionalisme dan relijiusnya sangat terasa sehingga buku ini bisa masuk dalam unsur nasionalis dan relijius yang tinggi,” tuturnya.

Baca juga: Mahyudin minta umat Islam tidak terprovokasi

Diskusi itu sendiri berlangsung selama setengah hari dan dihadiri juga oleh anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Popong Otje Djundjunan, pengarang buku Heryus Saputro Samanhudi dan sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan seperti dari kelompok seniman Bulungan, mahasiswa serta masyarakat umum.

Diskusi 'Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat' merupakan salah satu metode untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yang secara periodik digelar oleh Perpustakaan Biro Humas Setjen MPR RI di Ruang Presentasi Perpustakaan Setjen MPR RI dengan membedah dan mendiskusikan buku karya anak bangsa yang berkualitas.(KR-KAT)

Pewarta: Katriana
Editor: M. Arifin Siga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar