Harga emas naik, investor beralih ke aset yang aman

Harga emas naik, investor beralih ke aset yang aman

Ilustrasi: Karyawan menata perhiasan emas yang dijual di salah satu toko emas di Malang, Jawa Timur (ANTARA /Ari Bowo Sucipto)

Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar ekuitas AS jatuh lagi dan dolar AS melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 3,40 dolar AS atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada 1.235,80 dolar AS per ounce.

Pasar saham AS mengalami minggu yang volatil. Dow Jones Industrial Average kehilangan 203,20 poin atau 0,81 persen pada pukul 17.30 GMT, menyusul kenaikan signifikan di sesi sebelumnya. S&P 500 dan Nasdaq juga membukukan kerugian tajam pada Jumat (26/10).

Penurunan di pasar ekuitas mendukung emas, karena para investor berbondong-bondong beralih ke aset-aset safe-haven.

Dukungan tambahan datang dari dolar AS yang melemah. Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,16 persen menjadi 96,44 pada pukul 17.20 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS turun, emas berjangka biasanya naik karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 7 sen AS atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 14,70 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 naik 2,5 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi menetap di 834,40 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: IHSG lanjutkan penguatan di tengah harapan peningkatan ekspor

Baca juga: Saham Valeo anjlok ketika Bursa Prancis ditutup turun 64,93 poin
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar