Jakarta (ANTARA News)  - Asisten Manajer Lion Air Group Tri Siswoyo mengatakan pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma sejak Rabu siang akan difungsikan sebagai posko koordinasi distribusi logistik dan personel.

Tri menjelaskan, pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma akan mendukung operasional posko-posko lain yang dibentuk di Jakarta, diantaranya di Hotel Ibis Cawang dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Ia menyebut, keluarga yang mencari informasi mengenai korban akan langsung diarahkan ke RS Polri Kramat Jati dan Hotel Ibis Cawang.

Pertimbangannya, ia menerangkan, keluarga korban yang sebagian besar tiba dari luar Jawa, lebih memilih untuk menunggu informasi mengenai korban langsung di RS Polri atau beristirahat di Hotel Ibis Cawang.

Walau begitu, hingga Rabu pagi, masih ada tiga perwakilan keluarga korban yang datang ke pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma untuk mencari keterangan. 

Petugas di pusat krisis pun masih menerima keluarga korban yang datang, dan melakukan pendataan untuk kemudian dicocokkan dengan manifes penumpang.

Meski demikian, petugas di Pusat Krisis langsung mengarahkan agar keluarga korban langsung mendatangi Hotel Ibis Cawang dan RS Polri untuk informasi lebih detail soal korban.

Masuk siang hari, aktivitas pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma cenderung landai.

Petugas, baik dari pihak Lion Air ataupun Jasa Raharja yang sebelumnya terlihat melakukan pendataan, sudah tidak lagi terlihat duduk di bagian informasi.

Tidak hanya jumlah petugas yang berkurang, tenda posko yang sebelumnya ada tiga unit, saat ini sudah dikurangi satu hingga tersisa dua unit.

Baca juga: RS Polri upayakan rekonstruksi jasad korban JT 610
Baca juga: BPJS-TK verifikasi data 31 pekerja korban kecelakaan Lion Air
Baca juga: Tim pencari deteksi objek yang diduga badan Lion Air JT 610


 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: M. Arifin Siga
Copyright © ANTARA 2018