UI Peduli Aksi sambangi anak penyandang disabilitas

UI Peduli Aksi sambangi anak penyandang disabilitas

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia UI Peduli Aksi berfoto seusai berdiskusi tentang pendidikan anak penyandang disabilitas di aula SLB Negeri Depok, Kota Depok, Jumat (14/9/2018). (ANTARA/Tim Pengabdian Masyarakat UI)

Kegiatan ini bertujuan mendukung Kota Depok mengembangkan Kota Layak Anak dengan menitikberatkan pada anak-anak penyandang disabilitas
Jakarta (ANTARA News) - Program Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, UI Peduli Aksi, menyambangi anak-anak penyandang disabilitas dari tiga sekolah luar biasa (SLB) yang ada di Kota Depok.

"Kegiatan ini bertujuan mendukung Kota Depok mengembangkan Kota Layak Anak dengan menitikberatkan pada anak-anak penyandang disabilitas," kata Ketua Pengusul Pengabdian Masyarakat UI Peduli Aksi Arfah Habib Saragih melalui pesan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu.

Arfah mengatakan kegiatan yang diselenggarakan di ruang aula SLB Negeri Depok pada Jumat (14/9) itu didukung Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI bekerja sama dengan dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi.

Kegiatan yang melibatkan SLB Negeri Depok, SLB Manunggal Bhakti dan SLB Dharma Asih itu menitikberatkan pada pendidikan sebagai hak setiap anak, termasuk anak penyandang disabilitas.

"Dengan pendidikan, diharapkan mereka dapat memiliki keterampilan dasar dalam hal kemandirian untuk berpakaian, membersihkan diri dan makan," kata Karina Istifarisny, psikolog dari Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Depok.

Baca juga: UI dukung Depok Kota Layak Anak

Karina mengatakan orang tua anak penyandang disabilitas sebaiknya menerapkan konsep "Cintai, Konsultasi, Pendidikan Khusus dan Movitasi" (CaKePMom).

Cintai berarti menerima dengan ikhlas keadaan anak dan konsultasi berarti membawa anak ke psikolog atau guru untuk dipantau perkembangannya.

Sedangkan, pendidikan khusus berarti memberikan kepada anak hak untuk bersekolah di SLB dan atau sejenis serta motivasi berarti memberikan dorongan dan dukungan kepada anak bahwa mereka mampu melakukan apa yang telah diajarkan.

"Kegiatan ditutup dengan pemberian mainan edukatif secara simbolis kepada perwakilan tiga SLB dengan harapan dapat dipergunakan murid dalam jumlah banyak dan jangka panjang," kata Arfah. 


Baca juga: Kemenko PMK upayakan hak anak berkebutuhan khusus terpenuhi

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar