Artikel

"Our Last Stand": Game zombie Indonesia dari Kalimantan Timur

"Our Last Stand": Game zombie Indonesia dari Kalimantan Timur

Cuplikan layar pembuka dalam game lokal "Our Last Stand" yang ditampilkan salah satu booth dalam perhelatan World Conference on Creative Economy di Nusa Dua, Bali pada Kamis (8/11/2018). (Antara News/Aji Cakti)

Nusa Dua (ANTARA News) - Siapa tidak kenal serial film "The Walking Dead"?. Film yang mengisahkan sekelompok penyintas yang berjuang untuk bertahan hidup tak hanya dari serbuan zombie namun juga serangan begal-begal cukup populer di dunia.

Namun  tahukah Anda bahwa ada remaja asal Kalimantan  Timur yang bisa membuat game yang terinspirasi dari "The Walking Dead".

Judul game itu "Our Last Stand", sebuah game yang berkisah tentang sekelompok penyintas yang bertahan dalam suatu markas seadanya dari serangan zombie dan invasi manusia-manusia jahat yang masih hidup.

"Saya dulu tidak begitu suka zombie, tapi kemudian setelah mencoba game-game bergenre horor zombie saya tertarik," ujar desainer game tersebut Habib Abdullah Wahyudi dari Nusantara Free Creative.

Nusantara Free Creative merupakan game developer indie yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur. Awalnya game developer ini dibentuk hanya oleh lima orang pada Desember 2014 kemudian personelnya sekarang bertambah menjadi 30 orang.

Terinspirasi pengalaman hidup

Berlokasi di suasana hutan yang sunyi, terpencil dan angker, karakter-karakter dalam "Our Last Stand" terinspirasi dari kisah pengalaman hidup Habib sendiri.

"Nama-nama karakter dalam game ini sebetulnya diambil dari nama-nama sesungguhnya, seperti Silvia merupakan teman SMP saya sedangkan Intan adalah nama tetangga saya dulu dan beberapa nama karakter dari tokoh-tokoh di sosial media," ujarnya.

Habib lebih lanjut menjelaskan bahwa game tersebut dibuat saat dirinya masih berstatus sebagai siswa  SMK pada saat itu.

"Saya membuat game ini mulai awalnya pada zaman-zaman saat saya masih SMK. Game ini mulai dikembangkan secara serius pada April 2017 dan berlangsung selama setahun hingga dirilis pada April tahun ini," ujarnya.

Satu hal menarik dari "Our Last Stand" adalah game ini menghadirkan karakter kelompok manusia jahat bernama begal, yang penggambaran karakternya dalam game itu diambil dari kisah pembegalan yang menimpa Habib.

"Kalau nama karakter begal ini sebetulnya dari pengalaman pribadi pernah dibegal. Bahkan tampilan begal dalam game ini saya miripkan dengan sosok begal yang pernah menodong saya pada waktu itu yakni mengenakan jaket cokelat dan masker," ujar Habib dalam wawancara yang berlangsung santai.

Sajikan gameplay menarik dan dinamis

Bukan hanya menghadirkan karakter-karakternya yang unik, "Our Last Stand" juga memiliki gameplay yang menarik dan dinamis.

Game ini tidak hanya sekedar menembaki zombie dan kelompok begal secara membabi-buta, namun pemain juga dituntut harus bertarung sesuai dengan kemampuan masing-masing yang dimiliki karakter dalam game tersebut.

"Zombie-zombie yang dalam game ini ada yang bisa berlari cepat atau berjalan lambat, ada tipe-tipenya. Selain itu ada monster zombie yang bernama Striker dengan kekuatan ekstra dan sulit ditumbangkan oleh pemain," kata Habib.

Karena game ini dibuat oleh game developer Indonesia, maka menurut Habib situasi realnya pun harus sesuai dengan kondisi di Indonesia.

"Senjata-senjata dalam game ini beragam, kalau misalnya ada sennjata api harus sesuai dengan senjata api yang ada di Indonesia juga," tuturnya.

Hadirkan fitur zombie

Salah satu poin menarik lainnya dari "Our Last Stand" adalah game ini menghadirkan fitur zombie. Fitur ini akan memungkinkan pemain untuk berperan sebagai mayat hidup yang menyerang para penyintas.

"Dalam fitur ini, sedari awal pemain sudah bisa memainkan karakter zombie," kata Habib.

Zombie yang dimainkan dalam "Our Last Stand" boleh dibilang karakter yang cukup tangguh dalam menghadapi lawan manusia yang dipersenjatai dengan senjata apapun, termasuk senjata api.

Habib juga menjelaskan bahwa karakter zombie yang digerakkan oleh pemain  dibuat semirip mungkin dengan yang digambarkan dalam film-film, terutama mentalitas kelompok saat mengeroyok manusia yang akan diserangnya.

"Jadi kalau zombie pemain bertemu dengan zombie lainnya dalam game ini, maka zombie tersebut akan mengikuti dan membantu pemain dalam menyerang lawan manusianya," ujarnya.

Selain itu Habib juga menambahkan karakter sifat zombie lainnya ke dalam fitur ini, ketika nyawa zombie pemain berkurang dia harus menyantap jasad manusia atau menghisap darah guna memulihkan kekuatannya.

Ingin berbeda dari game horor lokal lainnya

Di tengah boomingnya trend game horor lokal seperti "Dreadout" dan "Ghost Parade" yang menghadirkan hantu lokal, Apa yang dilakukan oleh Habib dan Nusantara Free Creative menyajikan game horor zombie merupakan langkah tak biasa.

"Saya melihat game-game Indonesia itu sejak 2015 bergenre horor hantu. Memang Indonesia itu lekatnya dengan tema horor, namun saya inginnya agak yang berbeda," kata Habib.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa kendati game-game Indonesia banyak mengusung game horor hantu, dia tergelitik untuk mencoba bagaimana dengan menyajikan game bergenre zombie versi Indonesia.

"Senjata-senjata dalam 'Our Last Stand" juga bersifat seadanya sampai ada senjata bambu runcing, jadi ide kreatifnya keluar," tutup Habib.

Baca juga: Kenapa game bergenre RTS kurang populer di smartphone?
 

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar