counter

Presiden curhat agenda makin padat akhir-akhir ini

Presiden curhat agenda makin padat akhir-akhir ini

Presiden Jokowi mengundang panitia dan peserta Pesparani 2018 ke Istana Kepresidenan Bogor, karena ia tidak bisa hadir dalam pembukaan acara Pesparani di Ambon lantaran padatnya agenda kegiatannya dalam beberapa waktu terakhir. (ANTARA/Agus Salim)

Jakarta (ANTARA Newsa) - Presiden Joko Widodo mencurahkan isi hatinya (curhat) terkait agenda kegiatannya yang makin padat akhir-akhir ini terutama saat akhir pekan.

"Saya kalau Sabtu dan Minggu enggak libur, saya justru agenda kegiatannya dua tiga kali lebih banyak dibanding hari biasa," kata Presiden Joko Widodo dalam acara Silaturahim Presiden RI dengan Panitia dan Pemenang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Senin.

Ia mengatakan, dirinya justru terkadang lebih bisa menarik napas pada hari-hari kerja bukan pada saat akhir pekan.
Sebab saat akhir pekan tiba, agendanya justru sangat padat.

"Saya senang hari biasa seperti itu, Sabtu dan Minggu bisa dua kali (lipat), nih saya minggu yang lalu pagi, betul-betul pagi jam 6 saya sudah sampai di Pasar Anyar di Kabupaten Tangerang, jam 6 pagi saya sudah sampai di pasar. Kemudian masuk ke hotel sudah tengah malam. Pagi-pagi lagi sudah harus menghadiri acara," katanya.

Mantan Gubernur DKI itu pun kerap menyampaikan keluhannya kepada Mensesneg yang merancang jadwal untuknya tersebut.

"Saya sebetulnya sering menyampaikan ke Mensesneg, Pak Menteri saya ini juga sama lo seperti yang lain-lain, punya rasa capek punya rasa lelah jangan dipikir saya kayak mesin kayak robot dibawa ke sana di bawa ke sini," katanya.

Presiden Jokowi mengaku perlu ada waktu jeda dan istirahat agar tidak terlampau lelah.

"Pengaturannya ada masa istirahatnya, ada jedanya, dia (Mensesneg) bolak balik, Pak kalau ini enggak datang ini kecewa.

Ya kalau lingkupnya hanya Jakarta, kita bisa mengatur-atur tapi ini di Aceh, di Papua kemudian di Ambon pengaturannya yang sangat sulit sekali," katanya.

Presiden curhat hal semacam itu di hadapan para panitia dan peserta Pesparani 2018 yang secara khusus diundang ke Istana Kepresidenan Bogor.

Ia pun secara khusus menyampaikan permohonan maafnya karena tidak dapat menghadiri acara pembukaan Pesparani di Ambon pada Oktober 2018.

Padahal ia mengatakan pada beberapa bulan sebelumnya sebenarnya ia telah bertemu dengan panitia dan diatur untuk hadir.

"Sudah diatur oleh Kementerian, Pak Mensesneg jadi kalau ada acara yang mengatur Setneg bukan Presiden, jadi Presiden disuruh kemana datang, undangan kemana datang, jadi saya tidak bisa ngatur-ngatur mengenai saya harus kemana," katanya.

Sayangnya, kata Presiden, saat itu ada agenda tugas kenegaraan yang pengaturannya sulit dikompromikan waktunya.
"Memang betul-betul sekarang ini terutama memang di hari Sabtu dan Minggu," katanya.

Namun ia menegaskan pada akhirnya bisa menarik napas lega dan senang karena bisa bertemu dengan seluruh peserta dan panitia Pesparani.

"Tapi saya senang akhirnya hari ini saya bisa bertemu seluruh peserta, seluruh panitia Pesparani nasional," katanya.

Ia secara khusus mengapresiasi penyelenggaraan acara Pesparani 2018 yang dianggap sukses dan mengucapkan selamat kepada para pemenang.

Baca juga: Jokowi curhat sudah empat tahun tinggalkan Balaikota
Baca juga: Presiden tengok warga jakarta di akhir pekan
Baca juga: Presiden Jokowi habiskan akhir pekan belanja buku di Senayan City
Baca juga: Presiden Jokowi wisata kuliner pada akhir pekan


 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar