counter

DNA lebih bisa tersimpan lama di tulang

DNA lebih bisa tersimpan lama di tulang

Asam deoksiribonukleat atau lebih dikenal dengan singkatan DNA, adalah sejenis biomolekul yang menyimpan dan menyandi instruksi-instruksi genetika setiap organisme (phys.org)

Jakarta,  (ANTARA News) - Data DNA (asam deoksiribonukleat) dapat tersimpan lebih lama di tulang dibanding dengan jaringan tubuh lainnya, kata Kepala Bidang Identifikasi Korban Bencana (DVI) Rumah Sakit Polri Kramat Jati Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer.

“Data DNA dapat tersimpan dengan baik dalam tulang  dan tidak mudah rusak dibandingkan dengan jaringan tubuh lain yang mudah rusak karena pembusukan,” kata Kombes Pol drg Lisda Cancer saat ditemui usai jumpa pers di halaman Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Senin.

Alasannya, tulang memiliki lima lapis jaringan, di antaranya peristoneum (lapisan terluar), tulang kompak, tulang spons, endosteum, dan sumsum tulang.

Banyaknya lapisan itu dapat menyimpan data DNA lebih baik dibanding jaringan lain yang mudah rusak, salah satunya karena pembusukan.

Kombes Pol Lisda menyebut tulang banyak ditemukan pada kantong jenazah yang dikirim pada Jumat (9/11) dan Sabtu (10/11).  

Kepala tim DVI itu pun optimistis temuan tersebut dapat mengungkap lebih banyak penumpang ke depannya nanti.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Tingkat I Raden Said Sukanto Kombes Pol dr Hariyanto mengatakan lamanya proses identifikasi bergantung pada kualitas sampel, bukan pada waktu tibanya kantong jenazah.

Lisda pun menjelaskan, kantong jenazah tidak selalu menyimpan bagian tubuh yang berkualitas baik untuk diperiksa.

“Terkadang kami menerima kantong jenazah berisi lemak, atau jaringan yang mulai membusuk. Tentu sulit untuk mengidentifikasi penumpang dari sampel itu, tetapi kami terus mencoba mencari bagian lain yang masih diperiksa,” terang Kombes Pol Lisda.

Proses pemeriksaan DNA setidaknya membutuhkan waktu 4-8 hari. 

Apabila hasil profil DNA tidak lengkap, maka tim DVI akan mengulang proses pemeriksaan.

Di samping pemeriksaan DNA, tim DVI juga melakukan eksaminasi terhadap sidik jari dan tanda medis terhadap korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610.

Hingga hari ke-15 insiden terjadi pada 29 Oktober, tim DVI telah mengidentifikasi 82 penumpang, dan memeriksa 195 kantong jenazah.  
 

Baca juga: KNKT teruskan pencarian kotak hitam CVR Lion Air
Baca juga: 82 penumpang Lion Air JT 610 teridentifikasi hingga hari ke-15
Baca juga: RS Polri sudah periksa 195 kantong jenazah korban JT 610

 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar