counter

BNPB sebut kerugian akibat longsor bisa dicegah

BNPB sebut kerugian akibat longsor bisa dicegah

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers terkait penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (3/10/2018). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Pemerintah daerah dan masyarakat perlu mengembangkan sistem peringatan dini di daerah yang rawan bencana
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kerugian yang kemungkinan terjadi akibat bencana longsor bisa dicegah.

"Pemerintah daerah dan masyarakat perlu mengembangkan sistem peringatan dini di daerah yang rawan bencana," kata Sutopo dihubungi di Jakarta, Selasa.

Pemerintah daerah dan masyarakat juga harus melakukan penyebarluasan informasi gerakan tanah melalui berbagai media dan cara agar warga setempat memahami kemungkinan longsor terjadi.

Longsor biasanya terjadi pada lereng-lereng bukit atau gunung. Untuk mencegah longsor, masyarakat di sekitar lereng tersebut harus didorong untuk membudidayakan tanaman pertanian dan perkebunan yang sesuai dengan azas pelestarian lingkungan dan kestabilan lereng.

"Hindari bermukim atau mendirikan bangunan di tepi lembah sungai yang terjal dan membuat percetakan sawah baru atau kolam pada lereng yang terjal sehingga mengakibatkan tanah mudah bergerak," tuturnya.

Selain itu, pemerintah daerah dan masyarakat juga harus mencegah penggalian pada daerah bawah lereng terjal yang bisa mengganggu kestabilan lereng sehingga mudah terjadi longsor.

"Umumnya, puncak musim penghujan berlangsung pada Januari. Curah hujan akan terus meningkat. Bahaya longsor juga akan meningkat," katanya. 

Baca juga: Masyarakat diimbau mewaspadai banjir dan longsor
Baca juga: 3 meninggal akibat tertimbun longsor di Nagekeo NTT

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar