Bengkulu (ANTARA News) - Bantuan berupa 125 tenda dan 500 tikar dari Departemen Sosial untuk dibagikan ke daerah Bengkulu Utara dan Muko-muko tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Sabtu sore. Menurut pantauan ANTARA News di lapangan, bantuan berupa tenda dan tikar tersebut tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, tepat pukul 15.30 WIB, diangkut dengan pesawat Hercules dari Jakarta. Bantuan yang terbungkus kotak berwarna coklat dan plastik berukuran sekitar 1x1 meter tersebut, terdiri dari 100 unit tenda regu, 25 tenda keluarga, serta 500 tikar plastik. Rencananya sebanyak 60 unit tenda regu akan dikirim ke Bengkulu Utara dan 40 sisanya akan dikirim ke Muko-muko. Sedangkan 25 tenda keluarga, rencananya 15 akan dikirim ke Bengkulu Utara dan 10 akan dikirim ke Muko-muko. Sementara itu, untuk 500 tikar plastik, rencananya 300 akan dikirim ke Bengkulu Utara dan 200 akan dikirim ke Muko-muko. Terlihat di Bandara Fatmawati, lima hingga enam truk menghampiri pesawat Hercules yang baru mendarat untuk segera mengangkut kotak-kotak coklat berisi tenda dan tikar tersebut. Sementara itu, dari pantauan ANTARA News, puluhan anak-anak di daerah Lais, salah satu daerah yang cukup parah terkena gempa, mulai meminta-minta di pinggir jalan dengan membuat tulisan Posko Bantuan Bencana Alam. Tidak jarang diantara mereka berdiri ditengah jalan sambil menjulurkan kardus, piring, maupun ciduk sebagai tempat sumbangan bagi masyarakat yang melintas. Sementara orang tua mereka berada di dekat reruntuhan rumah maupun di teras rumah yang masih utuh. Tidak ada warga di daerah Lais yang berani masuk ke dalam rumah karena masih takut akan gempa susulan. Pemandang seperti itu tampak di setiap lima hingga 10 meter hingga 10 meter dari arah Lais menuju Bengkulu, yang jaraknya mencapai satu hingga 1,5 jam perjalanan darat. Daerah Lais merupakan tempat cukup parah kerusakannya akibat gempa berkekuatan 7,9 skala richter yang terjadi pada hari Rabu (12/9). Terlihat banyak rumah yang retak maupun runtuh temboknya. Kerusakan yang cukup parah juga dialami SMP Negeri 1 Bengkulu. Seluruh ruang kelas ambruk dan tidak layak untuk ditempati lagi.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007