counter

Darmin ingatkan jaga kepercayaan pasar agar rupiah menguat

Darmin ingatkan jaga kepercayaan pasar agar rupiah menguat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan keterangan pada awak media di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat. (ANTARA News/Citro Atmoko)

Potensi penguatan tetap ada, yang penting kita pelihara confidence dari market
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar agar kurs rupiah tetap dapat menguat ditengah ketidakpastian ekonomi global.
 
"Potensi penguatan tetap ada, yang penting kita pelihara confidence dari market. Kita bikin kebijakan untuk vokasi, kemudian untuk ekspor apa, kita pelan-pelan lah. Satu per satu dipelihara iklim dan confidence-nya, itu akan menguat," ujar Darmin saat ditemui awak media di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat.

Sejak awal November 2018, rupiah mulai menguat dan menjauhi angka Rp15.000 per dolar AS. Bahkan pada 3 Desember 2018 lalu, rupiah sempat menyentuh angka Rp14.200-an, namun kembali melemah dalam empat hari terakhir.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada Jumat ini mencapai Rp14.539 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp14.507 per dolar AS.

Pada hari ini, rupiah melanjutkan pelemahannya setelah pada hari sebelumnya terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada. 

Adanya kejadian tersebut, pelaku pasar mengkhawatirkan hubungan dagang antara AS dan China sehingga mengantisipasinya dengan mengambil posisi pada Dolar AS. Akibatnya pergerakan Dolar AS kembali melanjutkan kenaikannya.

"Emang dunia ini aneh sekali. Ada CFO Huawei ditangkap, malah goyang dunianya. Aneh-aneh saja. Pasar itu memang ada penyakitnya, rada-rada suka lepas reaksinya," ujar Darmin.

Baca juga: Rupiah melemah tipis, tembus Rp14.500-an

Baca juga: Analis: Rupiah masih berpeluang melemah

Baca juga: Pelemahan kurs dolar AS berlanjut

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar