counter

INKA Juni kirim empat rangkaian LRT Jabodebek

INKA Juni kirim empat rangkaian LRT Jabodebek

Salah satu gerbong kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek yang masuk tahap pengecatan di PT INKA (Persero), Madiun, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019). BUMN perkeretaapian ini harus menyelesaikan 31 rangkaian atau 186 gerbong LRT Jabodebek. (ANTARA News/Virna P Setyorini)

Juni nanti siap dikirimkan, menunggu prasarana di Jakarta selesai
Madiun (ANTARA News) - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menyatakan siap mengirim empat rangkaian (trainset) atau 24 gerbong kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) pada Juni 2019. 

“Juni nanti siap dikirimkan, menunggu prasarana di Jakarta selesai,” kata Project Manager LRT Jabodebek PT INKA (Persero) Panji Sulaksono di sela-sela kunjungan media bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Madiun, Jawa Timur, Selasa. 

Ia mengatakan pada bulan Maret nanti produksi gerbong LRT Jabodebek akan masuk tahap pengetesan. “Targetnya sebenarnya April 2019 selesai”.

Sebagai penyedia sarana maka INKA, menurut dia, harus menyelesaikan total 31 trainset atau 186 gerbong LRT Jabodebek. Dan saat ini, baru sekitar 15 persen dari empat trainset yang targetnya dikirim Juni mendatang rampung. 

Lebih lanjut, Panji menjelaskan bahwa kereta api ringan ini berbeda dengan yang kembangkan untuk LRT Sumatera Selatan (Sumsel) yang mengunakan lebar sepur sempit atau narrow gauge. Untuk Jabodebek, PT INKA harus mengembangkan bogie untuk keperluan trek standar dengan lebar 1.435 milimeter (mm). 

“Untuk lebar badan keretanya sama saja, hanya jarak bogienya saja yang berbeda,” ujar dia. 

Secara operasional memang, menurut Panji, kereta api dengan trek standar akan lebih stabil dibanding yang menggunakan trek sempit. Selebihnya akan sama saja. 

Perbedaan kereta LRT Jabodebek lainnya, kata Panji, dari segi interior gerbong, di mana jumlah tempat duduk lebih banyak dari yang sudah digunakan di Sumsel.

Meski bogie yang dikembangkan lebih lebar namun demikian, ia mengatakan berat kereta api ringan ini harus dijaga tidak boleh lebih dari 12 ton. 

Baca juga: BPPT sebut INKA mampu produksi LRT dengan TKDN tinggi
Baca juga: Kemenhub: penghentian Proyek KA Cepat-LRT Jabodebek hanya di area tertentu


PT. KAI berikan pengobatan gratis dengan rail clinic

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar