counter

Kemendikbud dorong museum lebih interaktif

Kemendikbud dorong museum lebih interaktif

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Fitrah Arda saat konferensi pers di Gedung Stovia, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Aubrey Fanani/Antara)

para penanggung jawab museum di daerah untuk merevitalisasi museum untuk lebih interaktif dan mendekati kaum milenial
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong museum-museum untuk lebih interaktif dengan menggunakan teknologi agar masyarakat lebih tertarik berwisata ke museum.

"Kami mengarahkan, para penanggung jawab museum di daerah untuk merevitalisasi museum untuk lebih interaktif dan mendekati kaum milenial," kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Fitrah Arda di Jakarta, Kamis.

Fitrah mengatakan pengelola museum juga diharap dapat menarik peran masyarakat untuk ikut memanfaatkan museum. Kemendikbud menginginkan museum menjadi ruang publik, tempat di mana masyarakat menjalankan aktivitasnya.

Pada 2019, revitalisasi museum masih menjadi agenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, salah satu upaya revitalisasi tersebut adalah memberikan sertifikat kepada kurator museum.

"Ada 138 kurator yang akan disertifikasi, kami akan uji mereka," kata dia.

Tak hanya revitalisasi, pada 2019 ada enam museum baru yang akan dibuka, salah satunya museum apung. Museum apung akan dibangun di tiga kota diantaranya Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan untuk museum-museum baru akan memanfaatkan aset-aset yang ada.

"Jadi tidak lagi membangun gedung baru, tetapi memanfaatkan aset yang ada seperti bangunan cagar budaya," kata Hilmar.

Hal itu sesuai dengan Strategi Kebudayaan yang dihasilkan dari Kongres Kebudayaan Indonesia pada 5-9 Desember 2018.

Baca juga: Kemdikbud: 40 persen museum perlu direvitalisasi
Baca juga: Gedung kuno di kota tua Jakarta akan difungsikan lagi

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Sajojo" dan "Apuse" ramaikan Kota Tua dalam "Papua adalah Kita"

Komentar