counter

Darmin sebut pelaksanaan kebijakan biodiesel B20 sudah baik

Darmin sebut pelaksanaan kebijakan biodiesel B20 sudah baik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA/Humas Kemenko Perekonomian)

Pemerintah sangat mengapresiasi kemajuan kinerja ini
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pelaksanaan kebijakan pencampuran unsur nabati ke dalam biodiesel sebesar 20 persen atau B20 untuk mengurangi impor solar, sudah berjalan dengan baik.

"Perkembangan B20 sudah lumayan baik," katanya saat ditemui seusai rapat koordinasi membahas pengawasan kebijakan B20 di Jakarta, Kamis.

Darmin mengatakan peningkatan penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar terlihat dari realisasi kumulatif penyaluran minyak nabati yang telah melalui proses esterifikasi atau transesterifikasi (FAME) yang hampir mencapai 90 persen.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan penyaluran FAME tahun 2018 sebesar 3.478.825 kiloliter (KL), atau 86 persen dari target penyaluran FAME sebesar 4.041.358 KL.

Rinciannya untuk kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) sebesar 2.720.753 KL atau 94 persen periode Januari-Desember 2018 dan non-PSO 758.072 KL atau 66 persen periode September-Desember 2018.

Dengan penggunaan FAME ini, maka minyak sawit bisa dipakai 100 persen untuk seluruh kendaraan diesel atau digunakan untuk pencampuran dengan solar pada tingkat tertentu, seperti 20 persen.

"Pemerintah sangat mengapresiasi kemajuan kinerja ini," kata Darmin.

Untuk tahun 2019, pemerintah menetapkan target penyaluran FAME pada kisaran 6,2 juta KL dengan realisasi yang ditargetkan bisa mencapai di atas 93 persen.

Terkait konfigurasi 25 titik serah untuk terminal bahan bakar minyak (TBBM), juga sudah dilakukan pengoperasian dua penyimpanan terapung (floating storage) di Balikpapan, Kaltim, mulai Januari 2019 dengan penerimaan perdana FAME berasal dari PT Wilmar Bioenergi.

Namun, menurut Darmin, penggunaan floating storage di TBBM Tuban, Jatim, masih terkendala karena potensi ranjau laut dan ombak yang besar pada musim barat atau timur.

"Sebelum hal ini diatasi, penyaluran FAME yang seyogyanya dilakukan melalui laut ke floating storage Tuban, dialihkan ke beberapa TBBM lain, seperti semula," katanya.

Baca juga: B20 hemat impor solar hingga 937,84 juta dolar
Baca juga: Darmin nilai penerapan B20 belum optimal

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menko Perekonomian akui SDM Indonesia tertinggal

Komentar