Beijing (ANTARA News) - Hampir tiga miliar trip dengan berbagai moda transportasi diperkirakan terjadi selama musim liburan Imlek di China pada 21 Januari-1 Maret 2019.

Mayoritas para pemudik Imlek yang disebut dengan "chunyun" itu menggunakan kereta api dan pesawat terbang.

"Kami sudah melakukan persiapan untuk memastikan bahwa musim mudik terbesar di dunia ini berlangsung lancar," kata Wakil Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi China (NDRC) Lian Weiliang sebagaimana dikutip media resmi setempat, Sabtu.

Pihaknya memperkirakan 2,99 miliar perjalanan pada Imlek tahun ini atau naik 0,6 persen dibandingkan dengan jumlah trip selama Imlek tahun lalu.

Perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi diperkirakan mencapai 2,46 miliar trip atau turun 0,8 persen, namun untuk kereta api bakal mencapai 413 juta selama periode tersebut atau naik 8,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Pesawat terbang juga bakal kebagian 73 juta trip atau naik 12 persen, sedangkan kapal laut sama dengan tahun lalu pada kisaran 43 juta trip.

Menurut Lian, otoritas transportasi telah menyiapkan moda transportasi yang memadai untuk mengatasi lonjakan penumpang saat ratusan juta warga China mudik atau liburan ke luar negeri.

"Hampir tiga juta trip selama 40 hari itu akan menjadi ujian berat bagi departemen kami," kata Liu Xiaoming, pejabat Kementerian Perhubungan China.

Pengamat transportasi dari China Academy of Transportation Yang Xinzheng berpandangan bahwa pembangunan jalur tranportasi dalam berbagai moda sangat penting dalam mengantisipasi menurunnya pengguna jalan raya selama "chunyun".

Baca juga: Puluhan kapal-helikopter amankan jalur mudik Imlek di China

Beberapa ruas jalur kereta api cepat telah beroperasi beberapa tahun yang lalu sehingga menarik minat masyarakat setempat beralih menggunakan moda transportasi tersebut.

Larangan menggunakan bus untuk perjalanan sejauh lebih dari 800 kilometer yang diberlakukan sejak 2014 juga mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Wakil GM Perusahaan Kereta Api China (CRC) Li Wenxin menyebutkan bahwa dengan dioperasikannya jalur kereta api baru sepanjang 4.683 kilometer, termasuk 4.100 kilometer di antaranya khusus untuk kereta cepat pada tahun lalu itu dapat membantu mengatasi lonjakan arus mudik.

Untuk meningkatkan daya tampung kereta api, 4.787 rangkaian kereta telah beroperasi sebelum musim mudik dan 4.860 rangkaian kereta api akan beroperasi selama musim mudik.

Baca juga: Pariwisata China raup Rp175 triliun hari pertama Imlek

Selain itu, lebih dari 100 rangkaian kereta api cepat tambahan akan beroperasi setiap malam selama "chunyun" itu, demikian Li.

Untuk meningkatkan pelayanan pembelian tiket selama musim mudik Imlek, CRC telah menyediakan fasilitas baru di platform pemesanan 12306.cn berupa pengalokasian otomatis tiket-tiket yang dibatalkan kepada para pembeli yang telah membayar deposit.

Hingga Kamis (17/1), fasilitas baru itu telah menerima 294 ribu pembayaran deposit dan lebih dari 60 persen telah mendapatkan tiket.

Wakil Kepala Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) Dong Zhiyi menyebutkan bahwa dalam situasi normal terdapat 15.600 jadwal penerbangan setiap hari.

Pada musim mudik Imlek pihaknya telah menjadwalkan 35.000 penerbangan setiap hari.

Untuk mengatasi kepadatan arus mudik selama 40 hari penuh, lanjut Dong, sejumlah penerbangan akan beroperasi setiap hari mulai pukul 01.00 hingga 06.00 hari berikutnya di 10 bandar udara tersibuk, seperti Shanghai Pudong, Shenzhen, Guangzhou, dan Sanya.

Untuk melayani warga Taiwan yang hendak mengunjungi sanak dan leluhurnya di China selama Imlek, sebanyak 1.126 jadwal penerbangan telah disetujui melintasi wilayah udara Selat Taiwan pada 22 Januari-19 Februari 2019. (T.M038/M007)

Penyunting: Maria Dian A.

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mohamad Anthoni
Copyright © ANTARA 2019