Makassar (ANTARA News) - Sebuah bungkusan berisikan kabel-kabel dan tulisan singkat tentang "lawan Asmara" ditemukan Muh. Amir Kadir (39), seorang tukang becak di Jl Wahid Hasyim, sekitar pasar sentral (Makassar mal) Jumat petang menjelang buka puasa. Wartawan ANTARA News dari lokasi kejadian pada Jumat malam menyaksikan bahwa bungkusan bertulis "selama jadi lawan Asmara lawanko, ayo mundurko". Asmara adalah akronim Amin Syam dan Mansyur Ramli, salah satu pasangan calon Gubernur Sulawesi Selatan dalam Pilkada Sulsel 5 November 2007. Amin Syam adalah Gubernur Sulsel saat ini. Selain tulisan, dalam bungkusan itu juga ditemukan onggokan kabel-kabel yang dibungkus plastik hitam menyerupai bom. Kadir yang sering mangkal di sekitar Makassar mal menceritakan, bungkusan dalam kardus besar itu diberikan oleh seorang pemuda dan menyuruhnya untuk membawanya ke pasar Butung Blok K No.3, sembari memberikan ongkos becak sebesar Rp10.000. Saat Kadir mengantarkan bungkusan besar tersebut sesuai dengan alamat yang dituju, pemilik usaha di blok K No.3 itu tidak mengenal kardus tersebut sehingga Kadir membawa pulang bungkusan itu dan kemudian membukanya sendiri. Karena dianggap berbahaya, Kadir melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Informasi yang beredar di pasar Butung, Wakil Gubernur Syahrul Yasin Limpo yang juga salah seorang calon gubernur akan berbuka puasa di pasar tersebut. Polwiltabes Makassar yang menangani kasus tersebut telah memeriksa Kadir sebagai saksi dan mengamankan barang bukti untuk penyelidikan. Belum ada keterangan resmi yang dari aparat kepolisian mengenai hal tersebut. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007