counter

Perahu terbalik di Sungai Serayu, penambang pasir di Cilacap-Jateng dilaporkan hilang

Perahu terbalik di Sungai Serayu, penambang pasir di Cilacap-Jateng dilaporkan hilang

Alat Berat Hanyut Sebuah alat berat yang digunakan pada pembangunan rel pengganti, hanyut diterjang banjir bandang sungai serayu, di Jembatan Kereta Maos, Cilacap, Jateng (12/12). Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Serayu meluap dan merendam ratusan rumah di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap, pada Kamis sore (11/12), dan longsor pada 67 titik, di Kabupaten Banjarnegara. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Setelah menerima informasi tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas Pos SAR Cilacap menuju lokasi kejadian guna mencari kedua korban
Cilacap, Jateng (ANTARA News) - Seorang penambang pasir dilaporkan hilang akibat perahu yang ditumpangi terbalik di muara Sungai Serayu, Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kata Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari anggota Polsek Kesugihan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB," katanya di Cilacap, Selasa malam.

Ia mengatakan saat itu korban atas nama Hadi (50), warga Desa Penggalang RT 05 RW 04, Kecamatan Adipala, sedang menambang pasir di dekat muara Sungai Serayu bersama rekannya, Edi (25), warga Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Cilacap.

Akan tetapi saat berada di tengah sungai, kata dia, mesin perahu yang ditumpangi dua penambang pasir itu mati hingga akhirnya perahunya terbalik dan terseret arus sampai ke muara.

"Setelah menerima informasi tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas Pos SAR Cilacap menuju lokasi kejadian guna mencari kedua korban," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan setelah dilakukan pencarian, korban atas nama Edi berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada pukul 16.30 WIB.

Menurut dia, Edi berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke tepian dermaga milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 2 Jateng di Desa Bunton, Kecamatan Adipala.

"Korban atas nama Edi selanjutnya diantar pulang ke rumahnya di Desa Karangrena, Kecamatan Maos. Sementara korban atas nama Hadi hingga pukul 17.00 WIB belum ditemukan," katanya.

Ia mengatakan operasi pencarian untuk sementara dihentikan karena cuaca hujan lebat dan akan dilanjutkan pada Rabu (23/1) pagi.

Menurut dia, personel yang terlibat dalam operasi pencarian pada hari Rabu (23/1) direncanakan akan dibagi menjadi dua tim, masing-masing menyisir melalui jalur darat dan jalur laut menggunakan "Rigid Inflatable Boat (RIB)" dengan radius 1 kilometer dari lokasi kejadian.

Selain Basarnas Pos SAR Cilacap, kata dia, operasi pencarian korban tenggelam itu juga melibatkan personel Polsek Adipala, Polsek Kesugihan, Koramil Adipala, sekuriti PLTU Unit 2 Jateng, dan Cilacap Rescue.

Baca juga: Korban tenggelam Sungai Serayu Banjarnegara masih dicari tim SAR

Baca juga: Tim SAR evakuasi korban tenggelam di sungai Serayu

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar