Liga Inggris

Trauma tragedi Sala, sejumlah pemain Cardiff takut terbang

Trauma tragedi Sala, sejumlah pemain Cardiff takut terbang

Seragam dan foto Emiliano Sala diletakkan suporter Cardiff diluar stadion sebagai tanda penghormatan. (Reuters)

Beberapa rekan mengatakan tidak ingin menggunakan pesawat lagi
Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah pemain Cardiff City mengaku takut terbang setelah peristiwa hilangnya pesawat yang ditumpangi Emiliano Sala di Selat Inggris pekan lalu, demikian diungkap pemain belakang Cardiff Sol Bamba sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu.
   
Pada pertandingan pertama Cardiff sejak hilangnya Sala pada hari Selasa, didahului dengan dilakukan penghormatan kepada penyerang asal Argentina dan pilot David Ibbotson.
   
Dalam pertandingan melawan Arsenal di Liga Premier itu, Cardiff kalah 1-2.
   
Pesawat yang membawa Sala hilang dari radar pada 21 Januari dan belum ditemukan sampai sekarang.
   
Menurut Bamba, timnya sangat terpengaruh oleh "situasi yang tidak biasa" yang tidak biasa tersebut.
   
"Saat kami bepergian dengan pesawat, beberapa rekan mengatakan tidak ingin menggunakan pesawat lagi," kata Bamba.
   
Meski begitu, ia tahu bahwa timnya punya cara yang baik untuk membicarakan masalah ini dan beberapa rekan setimnya pun ingin keluar dari rasa tidak nyaman tersebut.
   
Bamba, yang mengenal Sala secara pribadi melalui agennya, mengatakan ia pernah mendiskusikan kepindahan ke Cardiff dengan Sala yang keluar dari klub Ligue 1 Prancis Nantes.
   
"Bukan hanya saya yang mengalami kesulitan, meskipun saya memiliki hubungan pribadi dengannya. Saya tidak merasa lebih sedih daripada rekan lain, semua orang merasa sedih, seluruh klub," pungkas Bamba.
   
Tim penyelamat mengakhiri pencarian mereka terhadap Sala minggu lalu setelah mengatakan hanya ada sedikit kemungkinan penyintas yang selamat.
   
Namun sebuah operasi yang didanai secara pribadi direncanakan akan mencari pesawat pada hari Minggu.

Baca juga: Di tengah haru-biru mengenang Sala, Arsenal mengalahkan Cardiff 2-1

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar