Kairo (ANTARA News) - Aparat keamanan Mesir menangkap 12 orang Mesir yang dituduh menjadi anggota sebuah sel teroris dan mendalangi "program keagamaan dan militer" yang menyerukan serangan-serangan di dalam wilayah negara tersebut, demikian dilaporkan pers setempat, Sabtu. Orang-orang Mesir yang ditangkap itu dikabarkan menamai sel mereka "Prajurit Tentara Muhammad". Menurut harian independen al-Masri al-Yom, anggota-anggota sel tersebut dipengaruhi oleh pandangan kelompok garis keras lain yang dikenal sebagai Takfir wal-Hijra, sebuah kelompok yang muncul di Mesir pada awal 1960-an dan dituduh mengobarkan kekerasan, khususnya di Semenanjung Sinai. Penangkapan-penangkapan itu dilakukan Jumat, hanya beberapa pekan setelah puluhan anggota Takfir wal-Hijra dibebaskan dari penjara. Kelompok Takfiris itu telah menyatakan menolak kekerasan dan meninjau pandangan-pandangan ekstrim mereka. Laporan surat kabar tersebut mengatakan, orang-orang yang ditangkap itu mengadakan pertemuan untuk menghidupkan lagi kepercayaan Takfir dan telah berusaha membeli senjata. Para tersangka yang ditangkap itu akan diinterogasi dan ditahan selama 15 hari, demikian laporan AFP. (*)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007