Calon haji tertua di Kabupaten Banyumas-Jateng berusia 91 tahun

Calon haji tertua di Kabupaten Banyumas-Jateng berusia 91 tahun

Keberangkatan Calon Haji Tertunda Sejumlah calon haji antre saat pembagian paspor di Embarkasi Haji Adisumarmo, Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (22/8). Sebanyak 65 calon haji dari kelompok terbang I hingga IV Embarkasi Boyolali dari Kabupaten Cilacap dan Banyumas tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci Mekkah karena visa atau surat izin masuk negara mereka belum turun. (ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho)

Calon haji tertua usia 91 tahun atas nama Sawen, warga Kemranjen, Kabupaten Banyumas
Purwokerto, Jateng  (ANTARA News) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah menginformasikan bahwa calon haji tahun keberangkatan 2019 asal wilayah setempat yang paling tua berusia 91 tahun dengan kondisi kesehatan yang cukup baik.

"Calon haji tertua usia 91 tahun atas nama Sawen, warga Kemranjen, Kabupaten Banyumas," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Imam Hidayat melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Purwanto Hendro Puspito, di Purwokerto, Kamis.

Dia menambahkan calon haji paling muda berusia 18 tahun atas nama Asam Haidar, warga Purwokerto Selatan.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengawal kondisi kesehatan calon haji.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, mengingat ada beberapa calon haji yang berusia sangat tua sehingga akan menjadi perhatian kami," katanya.

Jumlah calon haji pada 2019 di wilayah setempat 1.177 orang.

"Jumlah calon haji tahun 2019 ini sebanyak 1.147 orang, cadangan 30 orang, jumlah keseluruhan 1.177 orang," kata Purwanto Hendro Puspito.

Dia menjelaskan, 1.147 calon haji noncadangan berada di porsi aman Provinsi Jawa Tengah, yang berarti nomor antrean calon haji yang tercantum di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sudah mendapat nomor porsi.

"Yang dimaksud dengan porsi aman berarti nomor antrean calon haji yang tercantum pada siskohat pada saat mendaftar haji pada setoran awal Rp25 juta di BPS BPIH mendapat nomor porsi yang insyaallah pada tahun 2019 akan berangkat sesuai alokasi kuota Provinsi Jawa Tengah," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Banyumas menginformasikan bahwa lebih dari 70 persen calon haji asal wilayah tersebut masuk dalam kategori risiko tinggi.

Hal tersebut diketahui dari hasil pemriksaan tahap pertama yang telah dilakukan sejak Oktober 2018.

Calon haji dengan kategori risiko tinggi adalah mereka yang berusia lebih dari 60 tahun dan atau calon haji dengan penyakit yang bisa berdampak pada kesehatan secara umum.

Baca juga: Jumlah calon haji Banyumas-Jateng tahun 2019 capai 1.177 orang

Baca juga: Ratusan calon haji Banyumas-Jateng telah mengurus paspor

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polda Jateng telusuri keberadaan Keraton Agung Sejagat lainnya

Komentar