PUPR akan bangun infrastruktur pengelolaan sampah di berbagai daerah

PUPR akan  bangun infrastruktur pengelolaan sampah di berbagai daerah

Petugas melintas di depan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019). Proyek pembangunan fasilitas PLTSa TPA Putri Cempo Solo yang direncanakan akan selesai pada 2021 tersebut diharapkan dapat mengolah 450 ton sampah per hari untuk dapat menghasilkan listrik berkapasitas 5 megawatt sebagai solusi menyelesaikan permasalahan sampah di masa mendatang. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

PUPR memanfaatkan sampah plastik kresek untuk campuran aspal
Jakarta  (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung pengurangan dan pengelolaan sampah dengan membangun infrastruktur persampahan di berbagai daerah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilisnya di Jakarta, Minggu, mengatakan sangat mendukung Gerakan Indonesia Bersih yang baru diluncurkan pekan lalu.

Kementerian PUPR turut berperan aktif dalam pengurangan dan pengolahan sampah baik melalui program reguler dan program khusus. Program reguler yang dilakukan seperti pembangunan infrastruktur berupa Tempat Pembuangan  Akhir (TPA) Regional, TPS-3R  (Tempat Pengolahan Sampah reuse, reduce and recycle), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Sementara program khusus di antaranya Program Citarum Harum, pemanfaatan plastik untuk campuran aspal, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan Sistem pengelolaan sampah Refuse Derived Fuel (RDF).

Kementerian PUPR memanfaatkan sampah plastik kresek untuk campuran aspal. "Saat ini sudah ada alat pencacah plastik. Tahun 2018, Kementerian PUPR telah memesan sebanyak 187 unit alat tersebut dan tahun 2019 kita tambah 800 unit," kata Menteri PUPR.

Alat tersebut, lanjutnya, ke depannya bakal diadakan di tempat pengumpulan sampah dan pemulung, dan hasilnya dijual kepada pihak Kementerian PUPR untuk dapat digunakan sebagai campuran aspal, sehingga dengan demikian akan memberikan pendapatan tambahan bagi warga.

Menurut dia, selain upaya pembangunan infrastruktur tersebut, pihaknya juga membantu upaya nonstruktural yaitu mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

Hal tersebut, lanjutnya, karena persoalan itu tidak hanya terkait permasalahan buang sampah pada tempatnya, namun bagian dari gaya hidup bersih dan sehat.

Menurut dia, di samping edukasi dan  imbauan,  perlu juga penegakan peraturan  yang bersifat tegas mengenai larangan membuang sampah sembarangan.

Menurut Menteri Basuki, pengaruh lingkungan terhadap derajat kesehatan manusia dipengaruhi empat komponen utama yaitu 40 persen dari kondisi lingkungan, 30 persen dari perilaku hidup, 20 persen pelayanan kesehatan, dan 10 persen faktor genetika atau keturunan.


Baca juga: KLHK kampanye pengurangan sampah di Java Jazz Festival
Baca juga: Mesin penghancur sampah untuk Depok

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementrian PUPR telah mengaspal Jalan Trans Papua sepanjang 364km

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar