Gelombang tinggi berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan

Gelombang tinggi berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan

Sejumlah pekerja menaikkan ikan hasil tangkapan nelayan ke atas kendaraan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (12/2/2019). Setelah beberapa pekan beristirahat akibat angin kencang dan gelombang tinggi, nelayan di wilayah itu kembali melaut. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Jakarta (ANTARA) - Gelombang dengan ketinggian sedang hingga tinggi yaitu empat meter masih berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia hingga tiga hari ke depan.

Informasi dari Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Senin, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi tersebut hingga Kamis (7/3).

Terlihat adanya pola tekanan rendah 1007 hPa teridentifikasi di Samudra Hindia barat daya Banten dan daerah konvergensi di Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Laut Jawa, Laut Banda dan Papua. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu - Pulau Enggano, Selat Makasar bagian tengah, Perairan utara Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud yang berpengaruh pada peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 1,25-2,5 meter (sedang), di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Pesisir Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias.

Juga di Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Selatan Bali hingga Sumbawa, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Laut Sawu dan Selat Sumba bagian Barat.

Begitu juga di Samudra Hindia Selatan NTT, Perairan Utara Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan NTT, Perairan Utara Jawa Timur, Laut Jawa bagian Timur, Laut Jawa bagian Timur, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian Tengah dan Utara, Perairan Kalimantan Timur, Laut Sulawesi, Perairan Timur Bitung-Manado

Serta di Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.


Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5-4 meter (tinggi), seperti Perairan Barat Pulau Enggano, Samudra Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Selat Bali-Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Baca juga: BMKG: waspadai gelombang tinggi di laut Maluku

Baca juga: Hujan disertai angin kencang landa NTT

 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG ingatkan nelayan waspadai gelombang tinggi

Komentar