Jakarta (ANTARA News) - Pembiayaan berbasis aset (asset based financing/ABF) Bank Danamon Syariah yang merupakan unit usaha syariah milik Bank Danamon, dalam tiga bulan sejak diluncurkan telah mampu menyalurkan pembiayaan sebesar Rp35 miliar. "Kita telah menyalurkan Pembiayaan berbasis aset sebesar Rp35 miliar, dari target akhir tahun ini sebesar Rp50 miliar," kata Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Danamon Syariah Dodong Cahyono di Jakarta, Senin. ABF merupakan pembiayaan terhadap pembelian suatu aset dengan jaminan aset yang dibeli tersebut. "Misalnya bila nelayan ingin membeli perahu, maka perahunya tersebut menjadi aset yang dijaminkan," katanya. Menurut Dodong, pembiayaan tersebut terutama diminati di Kalimantan, Jakarta, Martapura, dan Makasar. "Di Kalimantan aset yang digunakan untuk jaminan biasanya alat-alat berat," katanya. Untuk itu, pihaknya saat ini bekerjasama dengan pemasok lat-alat berat seperti Trakindo. "Sehingga kita bisa meminimalisir resiko," katanya. Selain alat-alat berat, menurut dia, kebanyakan aset yang dijaminkan untuk pembiayaan adalah kapal tongkang. Sementara itu, penyaluran kredit oleh Bank Danamon Syariah, menurut dia, per September 2007 telah mencapai Rp350 Milliar. "Dengan komposisinya yang dominan adalah pembiayaan UMKM, sebesar lebih dari 80 persen," katanya. (*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007