counter

ACT bangun sumur wakaf untuk korban gempa Lombok

ACT bangun sumur wakaf untuk korban gempa Lombok

Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun ACT Humanity Store (AHS) yang merupakan layanan pangan gratis berbasis ritel yang dibangun di shelter pengungsian untuk melayani 500 pengungsi per hari dan bisa diambil seminggu sekali. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp

Mataram (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Global Wakaf sedang membangun sumur wakaf bagi korban gempa di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, yang hingga saat ini masih kesulitan memperoleh air bersih setelah gempa bumi.

Humanity Program ACT Global Wakaf NTB, Muhammad Romi Saefudin, di Mataram, Jumat, menjelaskan warga Desa Akar-Akar masih bersusah payah untuk mendapatkan air bersih, terutama air untuk konsumsi.

"Sejak gempa dengan magnitudo 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok pada awal Agustus 2018, jalur air yang mengaliri Desa Akar-Akar rusak. Longsor menutupi jalur air. Mereka terpaksa harus keluar desa untuk mengambil air konsumsi," katanya.

Saat ini, kata dia, warga Desa Akar-Akar masih memanfaatkan satu sumur bor di desa tetangga yang juga dimanfaatkan oleh warga beberapa desa lainnya di Kecamatan Bayan.

Oleh sebab itu, ACT Global Wakaf melalui program Sumur Wakaf sedang menggali sumur di Desa Akar-Akar yang menjadi salah satu lokasi terparah terdampak gempa. Namun, pengerjaan bor sumur yang dimulai sejak dua pekan lalu terhenti.

"Proses pengeboran untuk sementara dihentikan karena kondisi bawah tanah di Desa Akar-Akar banyak batuan cadas sehingga membuat mata bor berkali-kali patah," ujar Romi.

Pihaknya masih menunggu kedatangan mata bor bergerigi yang dipesan agar bisa menembus batuan cadas hingga kedalaman yang memiliki sumber air. Saat ini, kedalaman galian sudah mencapai 21 meter.

Sambil menunggu kedatangan mata bor bergerigi, tim Global Wakaf melanjutkan pembangunan menara sebagai tempat meletakkan tangki air.

Selain itu, menyelesaikan pengerjaan tempat wudhu juga dilakukan agar setelah mata bor datang, perlengkapan lain sudah selesai dikerjakan.

"Tim Global Wakaf tetap bekerja membangun tiang untuk tangki air, tempat wudhu serta mesin pompa air," ucap Romi.

Dari hasil tinjauan lapangan ACT NTB, Kecamatan Bayan merupakan salah satu lokasi terparah yang terdampak gempa bumi karena menjadi salah satu daerah pusat rentetan gempa bumi.

Selain menghancurkan rumah penduduk, guncangan gempa bumi juga merusak infrastruktur air bersih yang dibuat oleh warga di kaki Gunung Rinjani tersebut. Aliran air ke desa-desa di Kecamatan Bayan banyak yang tertutup longsoran tanah.

Sejak masa tanggap darurat lalu, salah satu bantuan yang paling mendesak untuk warga Bayan yang banyak tinggal di wilayah perbukitan adalah air bersih.  ***3***

Pewarta: Awaludin
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar