Wamena (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga, Papua, akan mendistribusikan logistik Pemilu 2019 ke 27 distrik melalui jalur udara, yaitu helikopter carteran dan pesawat berbadan kecil.

Sekretaris KPU Kabupaten Nduga Bliher Simanjuntak saat di Wamena,Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan bahwa distribusi logistik dari Jayawijaya ke Nduga menggunakan pesawat, lalu dilanjutkan lagi dari Nduga ke distrik-distrik menggunakan pesawat dan helikopter.

Untuk distribusi dari Wamena ke Nduga, ada tiga distrik yang bisa menggunakan jalur darat, yaitu ke Distrik Mbua, Mbuyalma dan Ndal

"Kami harus drop dari Wamena ke Nduga. Setibanya di Keneyam, pusat ibu kota kabupaten, ada dua yang lewat darat, yaitu Distrik Repkuri dan di ibu kota sendiri. Sementara itu, 23 distrik lainnya didrop melalui helikopter. Untuk Distrik Yigi, Mugi, Mapenduma, dan Mam itu lewat pesawat," katanya.

Menurut dia, untuk distribus logistik dari Jayawijaya ke Nduga biasanya memakan waktu 10 hari. Pihaknya mengupayakan setelah 20 Maret sudah mulai distribusi ke Nduga.

"Harapan kami tanggal 20 semua pelipatan dan sortir sudah selesai karena pada tanggal 20 Maret s.d. 1 April 2019, kami rencana mendrop logistik ke Keneyam. Dari Keneyam kami sudah MoU dengan pihak helikopter, meminta waktu kami harus ada waktu 10 hari untuk pengedropan logistik dari Keneyam ke masing-masing distrik," katanya.

Jumlah distrik di Kabupaten Nduga adalah sebanyak 32 yang terdiri atas 248 kampung dan 465 tempat pemungutan suara (TPS).

"Setelah didrop di masing-masing distrik, masih ada lagi pemikulan logistik sampai ke TPS. Jadi, ini membutuhkan waktu dan anggaran yang besar untuk menyukseskan pemilu di Nduga," katanya.

Ia mengatakan bahwa distribusi logistik ke distrik-distrik itu akan dilakukan bersamaan dengan pengiriman anggota PPD untuk mengawasi logistik.

"Kami akan drop juga anggota PPD karena tidak jaringan komunikasi antardistrik dengan pusat kota sehingga takutnya saat kami drop logistik, PPD tidak berada di tempat dan tidak ada yang mengawasi logistik tersebut," katanya.
***2***

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2019