counter

Kotak hitam dari pesawat Ethiopia yang jatuh akan dibawa ke Eropa untuk dianalisis

Kotak hitam dari pesawat Ethiopia yang jatuh akan dibawa ke Eropa untuk dianalisis

Illustrasi: Pesawat Boeing 737 MAX di luar hanggar pabrik Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat (REUTERS / Matt Mills McKnight)

Addis Ababa (ANTARA) - Kotak hitam sebuah pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di Ethiopia dan menewaskan 157 orang akan dikirim ke Eropa untuk dianalisis, kata seorang juru bicara Ethiopia Airlines pada Rabu.

"(Kotak hitam) akan dibawa ke Eropa," kata Asrat Begashaw kepada Reuters. Ia mengatakan keputusan negara mana yang akan menerima kotak hitam itu akan diambil "hari ini atau besok".

Asrat juga mengatakan pilot pesawat itu telah melaporkan masalah-masalah kendali penerbangan dan telah meminta kembali ke Addis Ababa, tempat pesawat itu tinggal landas dalam penerbangan ke Nairobi.

Jatuhnya pesawat itu pada Ahad telah memicu sejumlah maskapai penerbangan di berbagai negara untuk tidak menerbangkan pesawat 737 MAX. Sejumlah otoritas penerbangan atau maskapai telah mengandangkan dua pertiga armada pesawat jenis itu. Pada Oktober, jenis pesawat yang sama jatuh di Indonesia beberapa menit setelah tinggal landas, menewaskan 189 orang dan memicu kekhawatiran mengenai sistem penerbangan otomatis.

Asrat mengatakan pilot tersebut telah dilatih mengenai pesawat itu setelah pesawat sejenis milik Lion Air jatuh pada Oktober.

"Mereka terlatih, petunjuk manual diperbarui dan latihan simulator dilengkapi," katanya.

Menurut dia, Ethiopian Airlines akan mempertimbangkan apakah memproses pesanan sejumlah pesawat 737 MAX 8 lagi setelah penyelidikan awal, tetapi bahwa hubungan itu dengan Boeing masih tertutup.

"Sangat bagus dan kokoh dan bahkan sekarang mereka disini mendukung kami. Hubungan sudah berjalan enam dekade," tambahnya.

sumber: Reuters
Baca juga: AS tidak akan kandangkan Boeing 737 MAX
Baca juga: Boeing perbarui perangkat lunak 737 MAX pascakecelakaan Ethiopia

Pewarta: Mohamad Anthoni
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar