counter

Provinsi Kaluga Rusia tertarik berbisnis dengan Indonesia

Provinsi Kaluga Rusia tertarik  berbisnis dengan Indonesia

Wakil Dubes RI untuk Moskow, Lasro Simbolon (kanan) bertemu dengan Gubernur Kaluga Anatoly Dmitriyevich Artamanov di Kaluga, Rusia. (KBRI Moskow)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Kaluga, Anatoly Dmitriyevich Artamanov, mengaku tertarik untuk membangun kolaborasi bisnis dengan Indonesia.

Wakil Dubes RI untuk Moskow, Lasro Simbolon mengatakan kepada Antara yg menghubunginya dari Jakarta Selasa bahwa ia bertemu dengan Gubernur Artamanov baru-baru ini di Kota Kaluga, Provinsi Kaluga. Rusia Tengah, saat menghadiri sebuah acara.

Lasro mengungkapkan, dalam kesempatan itu Gubernur Artamanov menjelaskan kemudahan-kemudahan berinvestasi di Kaluga melalui zona ekonomi khusus maupun kompleks kawasan industri.

Nilai strategis dari produk-produk Kaluga merambah pasar Rusia dan pasar ekspor besar ke Eropa Timur dan Asia Tengah.

Bahkan dengan jaringan kereta api Trans-Siberia serta "New Silk Road", produk industri Kaluga juga mudah merambah kota-kota besar di China, Vietnam dan India.

Gubernur Kaluga itu, lanjut dia, juga antusias menyambut usulan KBRI Moskow untuk membangun "sister province" dengan satu propinsi Indonesia dan menjajaki bisnis ke Indonesia dan sebaliknya.

"Pak Gubernur dan pak Walikota Kaluga juga menyambut baik gagasan KBRI terkait pagelaran budaya di Kaluga sebagai sarana promosi budaya dan wisata Indonesia," ucap Wakil Dubes Lasro.

Pada bagian lain Lasro mengatakan Kaluga menjadi salah satu provinsi di Rusia yang berhasil dalam hal menarik investasi asing.

"Kaluga hanya sebuah propinsi kecil di Rusia dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta. Propinsi tersebut tidak kaya dengan sumber alam (misalnya migas, mineral, gandum) seperti propinsi-propinsi Rusia lainnya. Juga bukan pusat industri besar seperti alutsista, aviasi dan metal, yang jadi keunggulan Rusia. Tapi hebatnya propinsi ini berhasil dalam hal menarik investasi asing," ujarnya.

Melalui 12 "industrial parks" dan dua zona ekonomi khusus, lanjut dia, dalam tempo 10 tahun Kaluga berhasil menggaet 200 perusahaan besar internasional dari 90 negara.

Mulai dari Jepang, Korea, China, Vietnam, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya maupun dari Amerika Serikat.

"Tentu ini di luar perusahaan Rusia sendiri. Selain itu Kota Kaluga yang berjarak sekitar 200 km dari Moskow berhasil mendatangkan 2,5 juta wisatawan setiap tahun baik domestik dan asing," kata Wakil Dubes Lasro.

Selain itu ia mengatakan perdagangan serta pariwisata antara Indonesia dan Rusia terus menguat.

"Untuk investasi dari Rusia ke Indonesia juga sudah ada dalam beberapa sektor. Tapi untuk investasi RI di rusia sama sekali belum ada," ujar Wakil Dubes Lasro.

Karena itu, perdagangan, pariwisata dan investasi Indonesia di Rusia harus digenjot.

"Sudah waktunya perusahaan-perusahaan Indonesia tampil di Rusia," kata dia.

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar