Kementerian ESDM targetkan bangun satu juta jaringan gas rumah tangga

Kementerian ESDM targetkan bangun satu juta jaringan gas rumah tangga

Menteri ESDM Ignasius Jonan (ke empat dari kanan) menandatangani prasasti saat meresmikan jaringan pipa gas rumah tangg. Pada tahun 2020 pemerintah melalui Kementerian ESDM akan membangun jaringan gas sebanyak satu juta rumah tangga. (Humas)

Cirebon (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pada tahun 2020 mendatang bisa membangun jaringan satu juta sambungan gas untuk rumah tangga.

"Mulai tahun 2020 pemerintah merencanakan pembangunan jaringan gas untuk satu juta rumah tangga setiap tahunnya," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di Cirebon, Kamis, saat meresmikan jaringan gas dan penerangan jalan umum tenaga surya.

Jonan menuturkan pembangunan jaringan gas rumah tangga tersebut menyesuaikan dengan anggaran yang ada, dan juga disesuaikan dengan Peraturan Presiden.

Dia melanjutkan di Indonesia sendiri terdapat 67 sampai 68 juta rumah tangga. Untuk itu pihaknya tidak akan serentak dalam membangunnya, namun dibatasi hanya satu juta per tahun.

"Kalau puluhan ribu jaringan gas yang dibangun per tahun itu akan lama prosesnya, maka direncanakan satu juta jaringan gas per tahunnya," ujarnya.

Sementara Dirjen Migas ESDM Djoko Siswanto menambahkan, pada tahun 2018 Kementerian ESDM telah membangun jaringan gas sebanyak 486.229 sambungan rumah tangga yang bersumber dari APBN di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk di Jawa Barat, pada tahun 2018 mendapatkan jatah pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 33.200.

"Untuk di Cirebon ini pembangunan tahun lalu sebanyak 3.503 sambungan rumah tangga," katanya.

Dia menambahkan Kabupaten Cirebon juga akan mendapatkan pembangunan jaringan gas, di mana pada tahun 2019 ini ditargetkan sebanyak 6.105 rumah tangga bisa dialiri gas.

Baca juga: Pemerintah disarankan bangun jaringan gas di pemukiman baru dan hunian vertikal

Baca juga: Palembang bangun jaringan gas rumah tangga 6.034 sambungan tahun ini

 

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar