counter

Pengamat: pengelola penginapan perlu promosi digital

Pengamat: pengelola penginapan perlu promosi digital

Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Chusmeru. (ANTARA/Wuryanti Puspitasari)

Purwokerto (ANTARA) - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan pengelola penginapan (homestay) perlu meningkatkan promosi dan pemasaran secara digital guna menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung.

"Promosi homestay secara digital juga akan memudahkan wisatawan mencarinya di 'marketplace'," kata Chusmeru di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Dia mengatakan pada saat ini pertumbuhan homestay atau rumah warga setempat yang difungsikan sebagai tempat menginap bagi tamu dan wisatawan di desa wisata terus mengalami peningkatan.

"Hal itu seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan pariwisata di Tanah Air, contohnya di Kabupaten Purbalingga yang terdapat sejumlah desa wisata, Jawa Tengah," katanya.

Dia mengatakan, pengelola homestay di Purbalingga perlu mencermati beberapa hal. Misalkan, tahun 2018 lalu ditandai dengan adanya wisatawan milenial.

"Wisatawan seperti ini selalu merencanakan perjalanan wisatanya dengan mencari rujukan di internet, mencari informasi wisata, termasuk tempat menginap melalui berbagai aplikasi perjalanan dan media sosial. Oleh sebab itu, promosi dan pemasaran homestay secara konvensional mulai ditinggalkan," katanya.

Dia menambahkan, pada saat ini homestay menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi para wisatawan milenial.

Menurut dia, hal itu karena salah satu karakteristik wisatawan milenial adalah ingin mengunjungi tempat-tempat yang baru, unik, dan alami, baik dari sisi alam, budaya, maupun kulinernya.

"Dan tempat menginap yang tepat bagi kalangan milenial tersebut salah satunya adalah homestay yang ada di pedesaan atau desa-desa wisata," katanya.

Dia juga menambahkan, pengelola homestay yang ada di tanah air termasuk di Kabupaten Purbalingga perlu beradaptasi dengan promosi dan pemasaran digital.

"Jika dahulu promosi wisata adalah dari mulut ke mulut, maka sekarang dari media sosial ke media sosial. Semakin digital promosi homestay akan semakin global. Dan pada akhirnya makin memudahkan wisatawan mencari dan menemukannya di market place," katanya.

Presiden tidak ingin KEK Mandalika salah manajemen

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar