Pangdam Cendrawasih : Melanggar netralitas pemilu TNI kena sanksi

Pangdam Cendrawasih : Melanggar netralitas pemilu TNI kena sanksi

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring (ANTARA News Papua/Muhsidin)

Biak (ANTARA) - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan insitusi TNI AD telah menyiapkan sanksi tegas bagi prajurit yang melanggar tidak menjaga netralitas TNI di perhelatan pemilu serentak 17 April 2019.

"Saya harapkan warga Biak Numfor untuk melapor jika menemukan ada prajurit TNI AD yang tidak netral atau mendukung calo tertentu supaya ditindak tegas,"ungkap Mayjen TNI Yosua Pandit saat berkunjung ke Biak terkait penutupan TMMD ke-104, Rabu.

Pangdam Mayjen Yosua Sembiring mengatakan institusi TNI AD telah menyiapkan sanksi tegas bagi prajurit yang bersikap tak netral pada perhelatan pemilihan umum 17 April 2019.

Meski sejumlah purnawirawan TNI ikut dalam kontestasi pemilu serentak, menurut Mayjen Yosua Pandit, namun dipastikan prajurit TNI tetap mengutamakan netralitasnya untuk tidak memihak.

"TNI bertugas untuk mempertahankan, melindungi, serta memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Sementara dalam pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi, hanya bersifat memberi bantuan kepada Polri," katanya.

Mayjen Yosua Sembiring mengakui institusi TNI tidak ada niat untuk mempengaruhi proses maupun hasil pemilu serentak yang akan digelar beberapa hari lagi kedepan.

Kepada warga Biak Numfor, menurut Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua Sembiring, untuk datang ke TPS pada hari 'H' 17 April 2019 untuk menyalurkan hak pilih sebagai implementasi pelaksanaan demokrasi langsung.

Pada pemilu serentak 17 April 2019 sebanyak 96.175 warga Biak Numfor telah ditetapkan sebagai pemilihan umu serentak.

Pewarta: Muhsidin
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Festival Sungai Kayan singkap potensi luar biasa Kabupaten Bulungan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar