Mentan beberkan capaian pemerintahan Jokowi

Mentan beberkan capaian pemerintahan Jokowi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyapa para petani Cirebon, Jawa Barat, Kamis (28/3). (Foto: Khaerul Izan).

Kami juga sudah 'blacklist' 20 orang dan 21 lagi akan kita 'blacklist' satu bulan ke depan
Cirebon (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di hadapan ribuan petani Cirebon, Jawa Barat membeberkan capaian keberhasilan kepemimpinan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terutama sektor pertanian.

"Kami ingin sampaikan capaian pemerintah, khususnya sektor pertanian. Sebelum pemerintahan Jokowi-JK inflasi pangan kita bertengger pada 10 persen dan itu terburuk nomor tiga di dunia," kata dia di Cirebon, Kamis.

Kurang dari empat tahun, katanya, inflasi pangan di Indonesia menurun drastis, karena hasil kerja semua pihak, terutama melalui kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Alhamdulillah di tangan dingin Bapak Presiden di tahun 2017 turun menjadi satu persen dan ini terendah sepanjang sejarah," ujar dia.

Tidak hanya turunnya inflasi pangan, Amran juga mengatakan bahwa pendapatan sektor pertanian dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang pada saat diserahterimakan dari pejabat sebelumnya itu Rp994 triliun.

Saat ini, tutur Amran, PDB sektor pertanian Indonesia sudah menjadi Rp1.462 triliun dan itu berkat kerja keras dari semua pihak yang terjun dalam bidang pertanian.

Selain itu, Amran mengatakan bahwa hal yang dahulu sektor pertanian banyak mafia, saat ini terus dikikis habis, baik yang berupa badan hukum maupun perseorangan.

"Dahulu katanya banyak mafia dan sekarang kami sudah WTP pengelolaan sektor pertanian adalah terbaik. Kami juga sudah 'blacklist' 20 orang dan 21 lagi akan kita 'blacklist' satu bulan ke depan," tutur dia.

Amran juga menambahkan bahwa pada pemerintahan Jokowi, pihaknya sedang melakukan proses hukum terhadap 782 perseorangan dan perusahaan yang menjadi mafia.

"Dan 400 sudah dipenjara, tidak ada kompromi bagi yang ingin menyakiti masyarakat kecil, khususnya para petani," kata dia.
 

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar