Tahun ini sudah sekitar 70 persen sekolah sudah menggelar UNBK. Masih ada sekitar 30 persen masih menggelar ujian nasional kertas pensil (UNPK)
Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yoseph Nae Soi mengatakan, sekitar 70 persen sekolah di provinsi berbasis kepulauan itu sudah menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

"Tahun ini sudah sekitar 70 persen sekolah sudah menggelar UNBK. Masih ada sekitar 30 persen masih menggelar ujian nasional kertas pensil (UNPK). Kita upayakan pada 2020 semua sekolah bisa menggelar UNBK," kata Yoseph Nae Soi kepada Antara di Kupang, Senin.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan masih banyak sekolah di wilayah itu yang masih menggelar ujian nasional kertas pensil, dan upaya yang akan dilakukan pemerintah agar ke depan semua sekolah bisa menggelar UNBK.

Menurut dia, pemerintah daerah akan membantu memfasilitasi sekolah-sekolah yang masih menggelar UNPK agar pada tahun 2020, bisa melaksanakan UNBK.

"Pemerintah akan memberikan perhatian, dan juga bantuan yang diperlukan. Kita harapkan mulai 2020, semua sekolah sudah bisa menggelar UNBK," katanya menambahkan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Benyamin Lola menambahkan, pada Ujian Nasional Tahun 2019 ini, 70 persen SMA dan 83 persen SMK di NTT sudah menggelar UNBK. Sisanya masih menggelar ujian nasional kertas pensil (UNKP).

Kondisi ini berarti bahwa, hanya tinggal sedikit sekolah saja yang ada di provinsi berbasis kepulauan itu yang masih menggelar ujian nasional kertas pensil (UNKP).

Saat ini, baru empat dari 21 kabupaten/kota di NTT yang sudah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/SMK 100 persen pada tahun 2019 ini.

Empat kabupaten yang sudah mengelar UNBK itu adalah Kabupaten Nagekeo, Ende, Ngada dan Timor Tengah Utara (TTU).

Menurut dia, Pemerintah NTT pada tahun 2019 ini telah mengalokasikan sejumlah dana untuk pengadaan sarana komputer dan server, guna membantu sekolah-sekolah yang belum bisa menyelenggarakan UNBK.

Pengadaan peralatan pendukung UNBK ini, diharapkan dapat mengurangi presentase penyelenggaraan ujian nasional kertas pensil di wilayah itu, katanya. 

Baca juga: UNBK di NTT : listrik, internet, dan UNBKP

Baca juga: 30.000 siswa SMA di NTT siap ikuti UNBK

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2019