Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas H Pareira, di Jakarta, Selasa, meminta pihak KBRI di Australia agar secepatnya melakukan pendampingan hukum terhadap mahasiswa Indonesia yang jadi korban perampokan dan penganiayaan. "Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia perlu secepatnya meminta penjelasan pihak keamanan dan penegak hukum Australia mengenai latar belakang perampokan tersebut," katanya kepada ANTARA News. Proses hukum, menurutnya, harus secepatnya dilakukan, untuk bisa mengungkap segera apakah kasus ini murni kriminal atau ada motif lain. "Kita di Indonesia perlu segera mendapat data, apakah di balik kasus tersebut ada motif lain," tegas Andreas Pareira. Tetapi langkah berikutnya yang tak kalah penting, katanya, ialah, memberikan bantuan dan pendampingan secara maksimal untuk proses hukum. Andreas Pareira juga mengharapkan, agar KBRI di berbagai tempat perlu dilengkapi dengan aparat hukum serta petugas khusus yang bisa bekerja cepat lagi maksimal untuk memberikan pendampingan terhadap WNI jika ada masalah di negeri orang.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007