Riyadh (ANTARA News) - Seorang narapidana di penjara Saudi Arabia yang tengah menanti eksekusi hukuman matinya, Kamis, menikah dengan anak perempuan narapidana lain yang memiliki nasib yang sama dengannya, menurut harian lokal Okaz. Peraturan penjara mengijinkan pria itu bertemu dengan istrinya empat kali dalam sebulan, tambah laporan itu. Pengantin pria seharusnya dieksekusi dengan cara dipancung, berdasarkan hukum syariah Islam, yang berlaku di Arab Saudi, setelah tiga tahun. Okaz mengutip pernyataan pengantin pria yang mengatakan bahwa perayaan pernikahan akan diselenggarakan dalam dua bagian, pertama di gedung tidak jauh dari rumahnya dengan tamu undangan keluarga serta teman-temannya dan yang kedua dilakukan di penjara dengan rekan-rekan sesama tahanan. Pihak penjara telah mempersiapkan perayaan kecil dan sebuah apartemen di balik jeruji dimana pasangan itu dapat bertemu. Pengantin pria, sementara itu, juga mengemukakan harapannya agar keluarga yang menjadi korbannya bisa memaafkannya, ketika anggota keluarga yang termuda mencapai usia 21 tahun setelah tiga tahun. Ayah pengantin wanita telah menyeru sejumlah pria untuk menikahkan anaknya dengan narapidana itu, para rekannya, terutama mereka yang eksekusinya ditunda hingga 15 tahun.(*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007