counter

Industri rumahan di Indonesia akan diadopsi Iran

Industri rumahan di Indonesia akan diadopsi Iran

Penasihat Senior Wakil Presiden bidang Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran Zahra Java saat penutupan berbagi praktik terbaik Industri Rumahan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019) (FOTO ANTARA/Dewanto Samodro)

Kami juga akan mengundang delegasi Indonesia ke Iran agar kami bisa berbagi praktik-praktik terbaik yang kami lakukan
Semarang (ANTARA) - Penasihat Senior Wakil Presiden bidang Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran Zahra Java mengatakan akan mencoba menerapkan beberapa hal baik dalam penerapan program industri rumahan di Indonesia di negaranya.

"Kami juga akan mengundang delegasi Indonesia ke Iran agar kami bisa berbagi praktik-praktik terbaik yang kami lakukan," kata Zahra saat acara penutupan berbagi praktik terbaik industri rumahan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu.

Zahra berharap kedua negara dapat saling mendukung dalam pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender. Apalagi, sudah ada nota kesepahaman yang disepakati saat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise berkunjung ke Iran pada Juli 2018.

Nota kesepahaman itu menyepakati kerja sama kedua negara di bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
Kepala Biro Perencanaan dan Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Fakih Usman saat penutupan berbagi praktik terbaik Industri Rumahan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019) (ANTARA/Dewanto Samodro)


Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Fakih Usman mengatakan berbagi praktik terbaik program industri rumahan merupakan pelaksanaan komitmen Indonesia terkait nota kesepahaman dengan pemerintah Iran.

"Pemerintah Indonesia sendiri berkomitmen untuk memajukan kesetaraan gender di Indonesia," katanya.

Delegasi Republik Islam Iran telah berkunjung ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada Selasa (9/4) untuk mendengar langsung praktik terbaik yang dilakukan di Desa Tritunggal dan Desa Pasarbanggi sebagai percontohan program industri rumahan.

Saat menerima delegasi Iran, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan program industri rumahan selain dapat menggerakkan roda perekonomian keluarga dan daerah juga mencegah perempuan untuk bekerja menjadi pekerja migran di luar negeri. 

Baca juga: Delegasi Iran akan kunjungi industri rumahan di Rembang

Baca juga: Indonesia sambut inisiatif Iran tingkatkan pariwisata dan penguatan perempuan

Baca juga: Program Industri Rumahan sudah menjangkau 3.000 perempuan

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Industri bawang goreng yang jadi favorit warga minang

Komentar